RADAR SIDOARJO - Peristiwa ledakan terjadi saat proses pemotongan besi di PT Great Wall Steel (GWS), Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika dua orang, yakni P dan MZA, melakukan aktivitas pemotongan besi tua menggunakan alat las blender.
Baca Juga: Ini Penyebab Ledakan di Waru Sidoarjo, Tiga Pekerja Luka-Luka
“Pada saat pemotongan besi tua tersebut, menggunakan las blender, terjadi ledakan dari besi itu,” ujar Christian Tobing.
Ledakan tersebut menyebabkan seorang korban berinisial R meninggal dunia di lokasi kejadian.
Baca Juga: Ledakan Keras di Waru Sidoarjo Gegerkan Jagad Maya, Terdengar hingga Surabaya
“Untuk korban, ada satu orang inisial R yang terkonfirmasi meninggal dunia,” tambahnya.
Saat ini, aparat kepolisian dari Polresta Sidoarjo bersama jajaran Polsek, serta tim Jibom Gegana telah berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut.
“Anggota Polresta bersama Polsek, juga dari Jibom Gegana, ada di lokasi untuk menentukan penyebab terjadinya suara ledakan itu,” jelasnya.
Baca Juga: Adu Kuat Lengan hingga Ledakan Semangat, Extra Joss Ultimate Ramaikan CFD Sidoarjo
Terkait dampak terhadap lingkungan sekitar, pihak kepolisian menyebut belum ada data pasti mengenai kerusakan rumah warga. “Rumah warga, sementara belum ada yang terdata rusak atau terdampak,” ungkapnya.
Namun demikian, informasi dari warga menyebut adanya beberapa rumah yang terdampak akibat serpihan besi yang terpental saat ledakan terjadi.
Baca Juga: Gudang Rongsokan Kaca di Kletek Taman Sidoarjo Terbakar, Ledakan Keras Gegerkan Warga
“Terkait informasi ada tiga rumah di perumahan sebelah yang terkena karena potongan besi terpental, nanti akan kami minta untuk didatakan,” pungkasnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami sumber ledakan dan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan risiko tinggi. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista