RADAR SIDOARJO - Ambisi pembangunan ratusan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sidoarjo masih menghadapi tantangan.
Dari total rencana 346 koperasi, sebanyak 154 unit hingga kini belum bisa dibangun akibat ketiadaan lahan.
Baca Juga: 71 Koperasi Desa Merah Putih Dibangun di Sidoarjo, 45 Gerai Sudah Beroperasi
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Sidoarjo Edi Kurniadi mengungkapkan, kendala utama berasal dari keterbatasan lahan yang dapat digunakan.
Terlebih, banyak wilayah yang masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga tidak bisa dialihfungsikan.
“Dari 346 yang sudah dalam tahap pembangunan ada 192, sisanya ini belum dibangun karena tidak ada lahan. Lahan LSD dan LP2B tidak bisa digunakan,” ujar Edi ke Radar Sidoarjo, Kamis (2/4).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya tidak tinggal diam. Dinkop UM terus berupaya mencarikan alternatif lahan, salah satunya dengan memanfaatkan aset milik pemerintah yang belum digunakan secara optimal.
“Terhadap yang tidak punya lahan, diupayakan untuk mendapatkan lahan dengan mencari lahan milik pemerintah seperti sekolah atau puskesmas atau fasilitas pemerintah lainnya yang tidak terpakai untuk dimanfaatkan,” jelasnya.
Selain itu, koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga terus dilakukan guna mempercepat realisasi pembangunan KDMP di wilayah yang masih terkendala.
Meski masih menghadapi hambatan, Pemkab Sidoarjo tetap menargetkan seluruh KDMP dapat memiliki gerai pada tahun 2026. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
“Target semua KDMP punya gerai,” tegasnya.
Namun, hingga saat ini, pemanfaatan lahan milik pemerintah untuk pembangunan koperasi tersebut masih dalam tahap pembahasan. Dinkop UM bersama OPD terkait terus melakukan koordinasi untuk merealisasikan solusi tersebut.
“Masih koordinasi,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista