Lonjakan ini bukan hal baru. Setiap momen Lebaran, meningkatnya aktivitas masyarakat selalu berbanding lurus dengan bertambahnya timbulan sampah. Pada tahun ini, Kecamatan Waru dan Gedangan tercatat sebagai penyumbang sampah terbesar.
Baca Juga: Tumpukan Sampah di TPST Rejeni Sidoarjo Terbakar, Begini Kondisinya
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo mencatat, armada truk pengangkut sampah dari berbagai kecamatan mengangkut beban yang bervariasi, mulai dari 1.740 kilogram hingga 3.910 kilogram per armada.
Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (KRTH) DLHK Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi, mengungkapkan bahwa tren kenaikan volume sampah saat Lebaran hampir selalu terjadi setiap tahun. “Peningkatan volume sampah saat Lebaran merupakan hal yang kerap terjadi, terutama dipicu aktivitas masyarakat yang meningkat selama perayaan,” ujarnya, Rabu (1/4).
Baca Juga: Sidoarjo Gaspol Ubah Sampah Jadi Listrik, Solusi Modern dan Bernilai Tambah
Menurutnya, dominasi sampah plastik dan sisa petasan menjadi perhatian serius karena berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, pihaknya terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, sehingga lingkungan tetap bersih dan asri,” tegasnya.
Baca Juga: Jelang Mudik, Menteri Lingkungan Hidup Soroti Sampah di Terminal Purabaya Sidoarjo
Ia menambahkan, berbagai upaya sosialisasi telah dilakukan secara masif, baik melalui media sosial maupun komunikasi langsung di lingkungan masyarakat. Namun, keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.
Peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk menekan lonjakan sampah, terutama pada momen besar seperti Lebaran. “Kami berharap masyarakat Sidoarjo ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan yang sehat dengan lebih peduli terhadap sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista