SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong penguatan ekonomi berbasis desa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang kini mulai tersebar di berbagai wilayah.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Desa Prasung Buduran Sidoarjo, Gandeng 57 Toko Warga dan Serap Hasil Petani
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Sidoarjo, Edi Kurniadi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat 71 KDMP yang telah dibangun maupun masih dalam proses pembangunan.
“Total ada 71 KDMP yang sudah atau sedang dibangun, di antaranya berada di Desa Bangah (Gedangan), Desa Sidorejo (Krian), Desa Pabean (Sedati), dan wilayah lainnya,” ujarnya, Selasa (24/3).
Dari target total 346 KDMP di seluruh Sidoarjo, sebanyak 45 unit di antaranya sudah mulai beroperasi. Beberapa lokasi yang telah berjalan antara lain di Desa Prasung (Buduran), Desa Tambak Kalisogo (Jabon), Desa Bungurasih (Waru), hingga Kelurahan Magersari, Sidoarjo.
Menurut Edi, operasional KDMP saat ini masih bergantung pada kesiapan masing-masing desa, terutama dalam hal pengisian barang dagangan.
“Untuk operasional, tinggal menunggu kesiapan dari masing-masing KDMP, khususnya terkait ketersediaan barang yang akan dijual,” jelasnya.
Ke depan, Pemkab Sidoarjo menargetkan pembangunan KDMP mencapai 346 unit. Namun realisasinya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan lahan di setiap desa.
“Targetnya 346 KDMP. Saat ini masih 71 karena kendala ketersediaan lahan. Ke depan akan terus bertambah,” tegasnya.
Terkait jenis usaha, konsep KDMP bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan lokal masing-masing desa. Usaha yang dikembangkan bisa beragam, mulai dari toko sembako hingga sektor peternakan.
“Komoditas sepenuhnya diserahkan ke desa sesuai kebutuhan lokal. Bisa toko sembako, peternakan, dan lainnya,” tambahnya.
Ia menegaskan, keberadaan KDMP diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Sidoarjo. Koperasi ini menjadi wadah kolaborasi sekaligus penguatan jaringan usaha masyarakat.
“Dampaknya tentu positif bagi UMKM. Mereka bisa bergabung sebagai anggota maupun mitra,” tandasnya.
Lebih jauh, KDMP diproyeksikan menjadi simpul ekonomi desa yang menghubungkan berbagai sektor, mulai dari petani, pedagang kecil, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista