Usulan tersebut disampaikan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), saat meninjau langsung persiapan angkutan Lebaran 2026 di Terminal Purabaya.
Baca Juga: Rayakan HUT Gerindra, BHS Gelar Lomba Masak Tumpeng dan Serap Aspirasi Nelayan Sidoarjo
“Transportasi itu sangat dinamis dan selalu berubah. Dengan videotron, informasi jadwal atau tiket bisa diperbarui secara cepat tanpa harus mengganti papan informasi secara manual,” ujar Bambang Haryo.
Menurutnya, meski pemerintah melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur telah memastikan kesiapan armada dan pelayanan penumpang, sistem informasi di terminal masih perlu ditingkatkan agar lebih modern dan mudah diakses masyarakat.
Selain videotron, BHS juga menyoroti belum adanya pusat penjualan tiket yang terintegrasi di terminal. Saat ini calon penumpang masih membeli tiket langsung di masing-masing bus, yang dinilai kurang tertib.
“Seharusnya ada loket atau ticketing center di terminal. Penumpang membeli tiket di sana, lalu bisa memilih bus mana yang akan digunakan. Ini juga membuat terminal lebih hidup karena penumpang menunggu di dalam dan bisa memanfaatkan UMKM yang ada,” terangnya.
Ia menambahkan, sistem penjualan tiket terpusat seperti itu sudah banyak diterapkan di berbagai negara, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand.
BHS juga mengingatkan agar kebijakan diskon tiket transportasi tidak diberikan tepat pada hari Lebaran. Menurutnya, kebijakan tersebut justru berpotensi menimbulkan penumpukan penumpang.
Baca Juga: Sering Macet, BHS Desak Pemerintah Pusat Bangun Flyover Sepande Candi Sidoarjo Jadi Dua Jalur
“Kalau diskon atau bahkan gratis diberikan saat hari H, masyarakat akan menumpuk di waktu yang sama. Lebih baik diskon diberikan satu hingga tiga minggu sebelum Lebaran agar perjalanan lebih merata,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, Bambang Hermanto, memastikan kesiapan sarana transportasi untuk menghadapi arus mudik tahun ini.
Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan ramp check terhadap bus reguler maupun bus pariwisata yang disiapkan sebagai armada cadangan.
“Tujuannya memastikan seluruh armada laik jalan dan aman digunakan saat angkutan Lebaran,” kata Bambang Hermanto.
Ia menyebutkan, di Jawa Timur saat ini terdapat lebih dari 1.000 unit bus yang siap melayani angkutan mudik. Jika setiap bus berkapasitas sekitar 30 penumpang, maka tersedia kapasitas sekitar 30 ribu penumpang.
“Biasanya puncak keberangkatan sekitar 23 ribu penumpang, sehingga kapasitas yang tersedia masih sangat aman,” ujarnya.
BPTD juga berencana memasang videotron besar di terminal untuk menampilkan jadwal keberangkatan bus serta informasi tarif kepada masyarakat.
“Kami setuju dengan usulan Bapak BHS. Saat ini pembangunan videotron sedang dalam proses pengadaan. Nantinya masyarakat bisa melihat jadwal keberangkatan dan informasi tarif dengan lebih jelas,” jelasnya.
Selain itu, BPTD juga berencana membangun ticketing center yang nyaman dan ber-AC di area terminal guna meningkatkan pelayanan bagi pengguna transportasi publik. (rud/vga)
Editor : Vega Dwi Arista