RADAR SIDOARJO - Lonjakan pemudik menjelang Lebaran tak hanya membawa arus penumpang dalam jumlah besar, tetapi juga potensi penumpukan sampah di simpul transportasi utama.
Kondisi inilah yang menjadi sorotan Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau langsung Terminal Purabaya, Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Minggu (15/3).
Dalam kunjungannya, Hanif menilai kebersihan dan sistem pengelolaan sampah di terminal terbesar di Indonesia itu masih memerlukan banyak pembenahan, terutama menjelang puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Baca Juga: Kapolri Tinjau Terminal Purabaya Sidoarjo, Penumpang Mudik Naik 30 Persen
“Ini terminal yang sangat besar, sehingga penanganannya tidak sederhana. Kami masih melihat banyak faktor yang harus diperbaiki, khususnya terkait kebersihan dan pengelolaan sampah,” ujar Hanif.
Menurutnya, terminal yang setiap hari dipadati puluhan ribu penumpang memiliki potensi timbulan sampah yang sangat besar. Sebagian besar sampah tersebut berasal dari kemasan makanan dan minuman yang dibawa penumpang selama perjalanan.
Baca Juga: Libur Sekolah Diprediksi Terjadi Lonjakan Penumpang Arus Mudik di Terminal Purabaya Sidoarjo
Dengan mobilitas yang mencapai sekitar 45 ribu orang keluar-masuk setiap hari, pengelolaan sampah di terminal harus dilakukan secara lebih terencana dan presisi.
“Dengan mobilitas mencapai puluhan ribu orang per hari, pengelolaan sampah di terminal harus dilakukan dengan sistem yang lebih baik dan disiplin,” katanya.
Baca Juga: Betonisasi Jalan Pintu Keluar Terminal Purabaya Sidoarjo Rampung, Jalur Bus Kembali Dibuka
Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup akan menurunkan tim penegakan hukum lingkungan guna melakukan pemetaan dan pendataan secara detail terkait sistem pengelolaan sampah di terminal tersebut.
“Kami akan menugaskan tim penegakan hukum lingkungan untuk melakukan pemetaan secara detail,” tegasnya.
Setelah proses pemetaan dilakukan, pengelola terminal akan diberikan waktu sekitar lima bulan untuk melakukan berbagai pembenahan.
Langkah perbaikan itu meliputi penambahan tenaga kebersihan, penyediaan fasilitas tempat sampah yang memadai, hingga penataan sistem pengelolaan sampah yang lebih disiplin.
Selain itu, pengelola terminal juga diminta memperketat aturan bagi seluruh pengguna terminal agar lebih tertib dalam membuang sampah.
“Kalau diperlukan, pengelola terminal dapat memberikan teguran kepada siapa pun yang tidak patuh terhadap aturan pengelolaan sampah,” tambah Hanif.
Meski memberikan catatan kritis, Hanif tetap mengapresiasi upaya pengelolaan sampah di Kota Surabaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di tingkat nasional.
Namun, menurutnya, fasilitas kebersihan di simpul transportasi besar seperti terminal tetap harus diperkuat, terlebih menjelang puncak arus mudik Lebaran yang diperkirakan meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan.
Dengan meningkatnya pergerakan penumpang dalam beberapa hari ke depan, pemerintah berharap pengelolaan sampah di Terminal Purabaya dapat segera diperbaiki agar lonjakan pemudik tidak diikuti lonjakan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista