RADAR SIDOARJO - Manajemen PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Juanda memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret 2026.
Pada hari tersebut, diperkirakan sekitar 50.000 penumpang akan memadati terminal keberangkatan maupun kedatangan bandara.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menjelaskan bahwa lonjakan penumpang terjadi karena momentum Hari Raya Idul Fitri yang tahun ini juga berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
Pihak bandara telah melakukan pemetaan pergerakan penumpang serta pesawat guna memastikan kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran.
“Puncaknya untuk arus mudik diperkirakan pada tanggal 18 Maret 2026. Kita akan melayani sekitar 50.000 penumpang,” ujar Tohir.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai telah mengajukan penambahan jadwal penerbangan atau extra flight. Hingga saat ini tercatat ada 136 pengajuan penerbangan tambahan yang mayoritas berasal dari rute domestik.
“Extra flight ada 136 yang sudah mengajukan, terdiri dari 133 domestik dan tiga flight internasional,” imbuh Tohir.
Ia menambahkan secara statistik, jumlah penumpang pada periode mudik tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan tipis sebesar 0,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, pergerakan pesawat diprediksi meningkat sekitar 2 persen.
“Untuk pergerakan pesawat tambah 2 persen dibanding tahun lalu. Sementara memang kargo ini bertumbuh, perkiraan kita menjadi sekitar 8 persen,” ucapnya.
Dari sisi rute perjalanan, Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta atau Cengkareng masih menjadi tujuan domestik yang paling mendominasi dari Bandara Juanda.
Sedangkan untuk penerbangan internasional, rute menuju Singapura dan Malaysia menjadi yang paling banyak diminati penumpang.
“Rute tertinggi untuk domestik paling dominan adalah ke Cengkareng. Sementara untuk internasional itu adalah ke Singapura dan ke Malaysia,” tutur Tohir.
Selama masa angkutan Lebaran, manajemen Bandara Juanda juga memastikan kesiapan fasilitas dan personel di lapangan untuk mendukung kelancaran operasional. Bandara akan beroperasi penuh untuk melayani penerbangan dan pengguna jasa.
“Kita melayani penerbangan selama 24 jam,” tutup Muhammad Tohir. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista