Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Satlantas Polresta Sidoarjo Ultimatum PO Bus yang Masih Ngetem di Pintu Keluar Terminal Purabaya

Suryanto • Selasa, 10 Maret 2026 | 14:42 WIB

BIKIN MACET: Beberapa bus yang masih ngetem di jalan depan pintu keluar Terminal Purabaya.
BIKIN MACET: Beberapa bus yang masih ngetem di jalan depan pintu keluar Terminal Purabaya.

RADAR SIDOARJO - Polisi mengultimatum perusahaan otobus (PO) yang masih nekat menaikkan dan menurunkan penumpang di pintu keluar Terminal Purabaya. Meski penindakan tilang sudah dilakukan, pelanggaran masih ditemukan.

Polisi bahkan mengancam akan mengusulkan pembekuan izin trayek bagi PO yang tetap membandel.

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo AKP Yudhi Anugrah Putera mengatakan, hingga Selasa (10/3) pihaknya telah menilang delapan bus dan dua angkutan umum yang kedapatan ngetem di lokasi tersebut. Ke depan, sanksi yang lebih berat akan diterapkan bagi PO yang tetap melanggar, mulai dari surat peringatan hingga usulan pembekuan izin trayek.

“Kami berkoordinasi dengan Kementerian PU, kepala terminal, dan seluruh instansi terkait agar persoalan ini segera selesai. Kami mohon semua pihak bekerja sama sehingga bus tidak lagi berhenti di luar terminal dan penumpang masuk melalui terminal,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub). Apabila ada PO yang sudah ditilang namun tetap melanggar, maka setelah diberikan surat peringatan, izin trayeknya akan diusulkan untuk dibekukan.

Penindakan tersebut dilakukan setelah sosialisasi penertiban bus yang menaikkan penumpang di depan pintu keluar terminal sisi Jalan Waru, Sidoarjo, sejak 1 Maret 2026. Langkah ini diharapkan memberikan efek jera bagi pengemudi maupun perusahaan otobus.

“Saya memberikan ultimatum kepada PO bus agar tidak lagi mengajak masyarakat naik angkutan di depan terminal. Kenyataannya masih ada yang melanggar. Kami pastikan komitmen itu, izin trayek PO bisa kami usulkan untuk dicabut,” jelasnya.

Untuk mencegah bus ngetem yang memicu kemacetan di Jalan Waru, Satlantas Polresta Sidoarjo mengerahkan 50 personel untuk melakukan penjagaan dan patroli di sekitar lokasi.

“Kami sudah membagi shift setiap dua jam dengan 10 personel yang bertugas. Sampai tanggal 12 kami berkomitmen tetap melakukan penjagaan di depan terminal dan titik lain yang berpotensi menimbulkan kepadatan. Total personel 50 orang,” tegasnya.

Meski jumlah penumpang maupun bus yang ngetem di pintu keluar terminal pada hari ini menurun sekitar 70 persen, polisi tetap berjaga di lokasi dan menyisir titik lain guna mencegah perpindahan lokasi ngetem.

“Kami sudah menempatkan anggota di titik-titik kepadatan arus, dengan fokus di depan terminal yang menjadi inti permasalahan. Kami juga terus patroli ke titik lain. Kepadatan masih lebih banyak di depan terminal, tetapi kami akan menambah anggota,” tutup AKP Yudhi Anugrah Putera. (sur/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#ngetem #Satlantas #Ultimatum #Purabaya #Terminal