Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Waspada Penipuan Catut Nama Bupati Sidoarjo, Modus Minta Transfer Rp 50 Juta

Vega Dwi Arista • Selasa, 3 Maret 2026 | 15:55 WIB

Ilustrasi waspada penipuan. (AI/RADAR SIDOARJO)
Ilustrasi waspada penipuan. (AI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO – Masyarakat Sidoarjo diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mencatut nama pejabat publik. Kali ini, nama Bupati Sidoarjo, Subandi, diduga disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan aksi pemerasan.

Percobaan penipuan tersebut dialami Dodi Dhiyauddin, Ketua Lazisnu PCNU Sidoarjo. Ia menceritakan, kejadian bermula dari pesan WhatsApp (WA) yang dikirim nomor tak dikenal dan mengaku sebagai asisten Bupati Sidoarjo bernama “Pak Diky”.

Baca Juga: Sampah 14 Ton Sempat Menumpuk di TPS3R Sedati Gede, Bupati Sidoarjo Perintahkan Pembersihan

Tak lama berselang, sekitar pukul 11.15 WIB, Dodi menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Bupati Subandi. Pelaku meminta agar pembicaraan dilakukan secara pribadi dan menjauh dari keramaian.

Dalam percakapan itu, pelaku meminta bantuan dana sebesar Rp 50 juta dengan alasan keperluan pribadi.

Beruntung, Dodi tidak langsung percaya. Ia mulai curiga setelah menemukan sejumlah kejanggalan. Suara penelepon dinilai berbeda dari suara asli Bupati Subandi dan memiliki logat luar Sidoarjo yang cukup kental.

Baca Juga: Kontraktor Molor Jadi Catatan, Bupati Sidoarjo Kecewa Kualitas Rumah Pompa Kedungpeluk Candi

Selain itu, pelaku mengirimkan nomor rekening melalui WhatsApp. Namun, nama pemilik rekening tersebut bukan atas nama Bupati maupun instansi resmi, melainkan atas nama Della Pujianti (BRI). Saat mencoba meyakinkan korban melalui video call, pelaku juga tidak berani menampilkan wajahnya di kamera.

“Alhamdulillah saya selamat dan tidak sempat mentransfer uang tersebut,” ujar Dodi.

Bupati Tegaskan Nomor Palsu

Menanggapi kejadian tersebut, Subandi menegaskan bahwa nomor yang digunakan pelaku bukanlah nomor pribadinya. Meski menggunakan foto profil dirinya, nomor tersebut dipastikan palsu dan digunakan untuk tindak kejahatan.

Baca Juga: Disidak Bupati Sidoarjo, Jalan Rusak di Sekitar Rumah Pompa Kedungpeluk Segera Dipaving Ulang 

Ia menjelaskan, pelaku biasanya menjalankan modus dengan menjanjikan bantuan pemerintah, lalu berujung meminta korban mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi atau alasan lainnya.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Sidoarjo agar tidak mudah percaya jika ada telepon atau WhatsApp yang mengatasnamakan Bupati, apalagi sampai meminta transfer uang,” tegasnya.

Subandi menekankan bahwa mekanisme pemberian bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo selalu melalui prosedur resmi dan pengajuan proposal yang jelas.

“Kalau ada bantuan pemerintah, pasti menggunakan mekanisme resmi. Tidak ada bantuan tanpa prosedur jelas, apalagi sampai meminta uang kepada masyarakat,” ujarnya.

Menjelang Idulfitri, ia mengingatkan bahwa aksi penipuan semacam ini cenderung meningkat. Karena itu, masyarakat diminta lebih teliti dan segera melakukan konfirmasi melalui jalur resmi apabila menerima pesan atau panggilan mencurigakan.

“Jangan sampai tertipu. Gunakan HP dengan bijak dan selalu kroscek kebenarannya. Semoga hal ini tidak terjadi lagi pada masyarakat kita,” pungkasnya. (vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Subandi #modus #transfer #Penipuan #Bupati