RADAR SIDOARJO - Lonjakan sampah rumah tangga selama Ramadan membuat Bupati Sidoarjo Subandi, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke TPS3R Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Selasa (3/2).
Dalam sidak tersebut, Subandi memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk segera melakukan pembersihan (clean up) sampah yang sempat menumpuk akibat keterlambatan pengangkutan residu ke TPA selama beberapa hari terakhir.
Setiap harinya, TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Sedati Gede mengelola sekitar 14 ton sampah. Namun, tersendatnya pengiriman residu membuat tumpukan sampah menggunung di lokasi.
“Dari yang kita lihat, TPST Sedati Gede ini pengolahannya sudah bagus, manajemennya juga bagus. Yang luar biasa, sudah bisa mandiri,” ujar Subandi.
Ia mengapresiasi pengelolaan TPS3R tersebut karena dinilai layak menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Sidoarjo. Bahkan, sekitar 90 persen pegawai TPS3R merupakan warga Sedati Gede, sehingga turut membantu menekan angka pengangguran.
“Pegawainya 90 persen warga Sedati Gede. Pengangguran di desa juga berkurang. Bahkan BPJS sudah terpenuhi dan gajinya sudah Rp 3 juta,” jelasnya.
Ke depan, Subandi berharap seluruh TPST di Kabupaten Sidoarjo dapat meniru pola pengelolaan seperti di Sedati Gede, terutama desa yang memiliki Tanah Kas Desa (TKD). Ia menargetkan residu yang dikirim ke TPA hanya sekitar 20 hingga 30 persen, sehingga tidak terjadi penumpukan.
“Biarkan nanti dari TPST ke TPA minimal 20 persen atau paling banyak 30 persen. Jadi tidak menumpuk,” tegasnya.
Ia juga berencana melakukan kajian agar TPST lain bisa berkembang serupa. Jika kapasitas dan mesin ditingkatkan, TPS3R Sedati Gede bahkan berpotensi melayani desa-desa sekitar yang belum memiliki fasilitas pengolahan sampah.
Meski demikian, Subandi menyoroti keterlambatan pengangkutan oleh DLHK yang menyebabkan sampah menumpuk, apalagi lokasi TPS3R berada tidak jauh dari kawasan bandara.
“Tadi sudah kita perintahkan DLHK hari ini clean-up. Kalau dibiarkan nanti busuk dan mengganggu lingkungan, apalagi ini dekat bandara,” tuturnya.
Ia memastikan alat berat akan didatangkan untuk meratakan tumpukan sampah dan menargetkan proses pembersihan rampung dalam waktu singkat.
“Minimal besok sudah selesai,” imbuhnya.
Subandi juga menegaskan operasional TPS3R tetap berjalan selama Ramadan tanpa hari libur, mengingat produksi sampah rumah tangga tidak pernah berhenti.
“TPST ini tetap berjalan, tidak ada libur. Setiap hari orang masak dan menghasilkan sampah rumah tangga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sedati Gede, M Nasruddin, mengakui masih ada sejumlah kendala, mulai dari kebutuhan tambahan tungku pengolahan hingga kekurangan armada angkut.
“Untuk pengelolaan sampah, termasuk kebutuhan tungku dan kekurangan armada, tadi sudah saya sampaikan,” ujarnya.
Saat ini, TPS3R Sedati Gede mengelola 14 ton sampah per hari dengan sistem pemilahan. Sampah bernilai ekonomi dipisahkan untuk dimanfaatkan, sementara residu yang tidak bisa diolah dikirim ke TPA.
“Per hari 14 ton kita kelola di sini. Yang punya nilai ekonomi kita pilah, yang residu kita buang ke TPA,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista