RADAR SIDOARJO - Tren positif produktivitas gol Deltras FC terhenti dalam dua laga terakhir. The Lobster harus melakukan evaluasi setelah gagal mencetak gol saat menjamu PSIS Semarang.
Absennya pilar kunci dan skema sayap yang terkunci menjadi biang keladi tumpulnya lini depan dalam laga tersebut.
Menanggapi kritik mengenai tumpulnya serangan, Pelatih Deltras FC Widodo Cahyono Putro (WCP) menampik jika masalah utama hanya terletak pada penyelesaian akhir (finishing).
Menurut Widodo, publik harus melihat konsistensi tim di laga-laga sebelumnya sebelum menilai performa satu malam.
"Ya kalau finishing, saya kira harus melihat lima match ke belakang ya. Kita selalu, ya selalu bisa cetak dua, tiga (gol)," ujar Widodo.
Pelatih berusia 55 tahun itu mengakui bahwa strategi lawan berhasil mematikan motor serangan Deltras. Aliran bola dari sisi sayap yang biasanya menjadi senjata mematikan justru tidak berkutik.
"Memang (pertandingan kemarin, red) mungkin skemanya tidak jalan, di mana winger-nya juga kita sudah dimatikan sama mereka. Jadi kreasi-kreasinya ini yang perlu nantinya dari midfield atau dari fullback kanan-kiri yang tadi tidak jalan ya," tambah legenda sepak bola Indonesia tersebut.
Kekalahan ini menjadi bahan refleksi penting bagi staf pelatih. Widodo berjanji akan meracik strategi alternatif agar Deltras tidak bergantung pada satu pola serangan saja.
Fokus utama adalah mengembalikan keberanian pemain belakang dalam membantu serangan (overlapping) serta menghidupkan kembali kreativitas di lini tengah.
"Kita nanti akan mencari alternatif-alternatif lagi untuk bisa memenangkan pertandingan di lawan Barito Putera nanti," tutupnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista