Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Atap Kelas SMPN 1 Gedangan Ambruk, Bupati Sidoarjo Instruksikan Perbaikan Cepat Pakai Dana BTT

Diky Putra Sansiri • Selasa, 24 Februari 2026 | 19:47 WIB

RESPONS CEPAT: Bupati Sidoarjo Subandi (dua dari kiri) saat mengecek kondisi bangunan yang ambruk di SMPN 1 Gedangan, Selasa (24/2). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
RESPONS CEPAT: Bupati Sidoarjo Subandi (dua dari kiri) saat mengecek kondisi bangunan yang ambruk di SMPN 1 Gedangan, Selasa (24/2). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Pendidikan di Sidoarjo tidak boleh terhenti hanya karena kayu yang lapuk. Itulah pesan tegas yang dibawa Bupati Sidoarjo Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 1 Gedangan, Selasa (24/2) pagi.

Kedatangannya dipicu oleh insiden ambruknya atap ruang kelas 9B yang terjadi pada Jumat (20/2) lalu.

Bupati Subandi tidak datang sendiri. Ia ditemani jajaran strategis, mulai dari Wakil Ketua DPRD Warih Andono, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BPBD, hingga tim Inspektorat. Langkah ini diambil untuk memastikan birokrasi tidak menghambat keselamatan siswa.

Menyadari bahwa menunggu Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) akan memakan waktu terlalu lama, Bupati menginstruksikan penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk percepatan renovasi.

"Hari ini saya perintahkan segera dirapatkan. Kalau kita nunggu PAK, waktunya panjang. Anak-anak ini butuh sekolah, butuh dukungan pemerintah daerah," tegas Subandi.

Menurut Subandi, jika hasil kajian bisa memakai BTT, ia memerintahkan untuk segera dilakukan pengerjaan.

"Kita percepat agar setelah Lebaran anak-anak bisa belajar dengan nyaman tanpa rasa khawatir," ungkapnua.

Bupati juga menyoroti kondisi bangunan yang memang sudah tidak layak. Penggantian rangka atap (diusulkan menggunakan baja ringan). Selain atap yang keropos dimakan usia, peninggian lantai juga menjadi prioritas agar kegiatan belajar tidak terganggu banjir saat hujan deras.

"Kita ingin kerjanya sekalian, tidak dua kali. Atap diperbaiki, lantai ditinggikan. Soal anggaran, kita siapkan lewat BTT. Yang penting bangunannya bagus dan anak-anak bisa menikmati sekolah yang aman," tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Gedangan, Aris Setiawan mengungkapkan, tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terdeteksi sejak dua bulan lalu.

Beruntung, pihak sekolah bergerak cepat mengosongkan ruangan sebelum musibah terjadi, sehingga 35 siswa kelas 9B selamat dari reruntuhan.

"Atapnya sudah melengkung. Saat dicek, kayu penyangga di bagian wuwung sudah rapuh dimakan rayap. Karena usia gedung sudah lebih dari 15 tahun, banyak kayu yang lapuk, apalagi cuaca hujan lebat belakangan ini," ungkapnya.

Saat ini, siswa terpaksa mengungsi ke Laboratorium IPA. Namun, Aris mengaku khawatir karena kondisi kelas tetangga (9A, 9C, dan 9D) juga mulai menunjukkan gejala serupa.

"Rencananya siswa kelas lain yang kondisinya mengkhawatirkan juga akan kami pindah ke laboratorium komputer," terangnya.

Meski belajar tetap berjalan, laboratorium tentu kurang ideal untuk kelas rutin. Pihaknya berharap penanganan ini segera tuntas. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Subandi #Pendidikan #Bupati #Sekolah