Covid-19 Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Person of The Year Politika Sport & Health

Ramadan Dibayangi Cuaca Ekstrem di Sidoarjo, BPBD Siaga Posko 24 Jam

Diky Putra Sansiri • 2026-02-24 12:17:41

WASPADA: BPBD Sidoarjo menyiapkan sejumlah perlengkapan rescue untuk antisipasi bencana.
WASPADA: BPBD Sidoarjo menyiapkan sejumlah perlengkapan rescue untuk antisipasi bencana.

RADAR SIDOARJO - Bulan Ramadan tahun ini dibayangi ancaman cuaca ekstrem. Hujan lebat yang disertai angin kencang diperkirakan masih akan mengguyur Kabupaten Sidoarjo dalam beberapa hari ke depan, seiring puncak musim hujan yang tengah berlangsung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda telah mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Sidoarjo. Risiko yang perlu diwaspadai antara lain banjir, genangan, angin puting beliung, hingga hujan es.

Humas BPBD Kabupaten Sidoarjo, Yoli Wisnu, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem tersebut. Koordinasi intensif dengan BMKG terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi cuaca secara real time.

“Kami sudah memperkuat koordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca melalui radar. Informasi peringatan dini juga terus kami sebarkan kepada masyarakat,” ujar Yoli, Senin (23/2).

Selain melakukan pemantauan, BPBD Sidoarjo juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi dan simulasi evakuasi. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana, baik bencana alam maupun dampak non-alam akibat cuaca ekstrem.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD turut mengaktifkan Posko Hidrometeorologi selama 24 jam penuh pada masa puncak musim hujan.

“Untuk posko hidrometeorologi, saat ini kami menyediakan satu posko induk di kantor BPBD Kabupaten Sidoarjo yang siaga penuh selama musim hujan,” tegasnya.

Posko tersebut difungsikan sebagai pusat pemantauan, koordinasi, sekaligus respons cepat jika terjadi bencana seperti banjir, angin kencang, maupun tanah longsor. Petugas disiagakan untuk menerima laporan masyarakat dan bergerak cepat ke lokasi terdampak.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menegaskan bahwa Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, tengah memasuki fase puncak musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem yang cukup tinggi.

“Hingga 28 Februari, potensi hujan lebat disertai angin kencang masih signifikan. Dampaknya bisa berupa banjir, genangan, banjir bandang, angin puting beliung, bahkan hujan es,” jelasnya.

Ia menambahkan, hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur berpotensi terdampak. Namun, Sidoarjo menjadi salah satu wilayah yang perlu perhatian khusus karena banyaknya kawasan permukiman padat yang rawan genangan dan banjir.

“Dalam enam hari ke depan ini merupakan puncak musim hujan. Intensitas hujan dan angin kencang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, terutama pada sore hingga malam hari,” ungkapnya.

Selain ancaman banjir, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai dampak lanjutan seperti jalan licin, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta potensi gangguan pada aktivitas transportasi darat maupun udara.

BMKG Juanda mengingatkan warga agar rutin memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi, termasuk citra radar cuaca WOFI dan peringatan dini yang diperbarui secara berkala. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko saat cuaca ekstrem melanda.

Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif selama Ramadan, BPBD Sidoarjo mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, serta segera melapor jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Cuaca #BPBD #Ekstrem #Ramadan #posko