RADAR SIDOARJO - Jumlah pendonor darah di awal Ramadan mengalami penurunan drastis hingga sekitar 80 persen. Untuk menjaga ketersediaan stok darah, UTD Palang Merah Indonesia Kabupaten Sidoarjo menjalin kerja sama dengan sejumlah gereja.
Humas UTD PMI Sidoarjo, Arifah, menjelaskan penurunan terjadi cukup signifikan, baik pada unit bus donor maupun di kantor UTD. Pada hari biasa, jumlah pendonor di bus donor rata-rata mencapai 50 orang per hari. Namun selama Ramadan, angkanya turun menjadi sekitar 10 orang per hari.
“Di kantor UTD PMI juga turun. Pada hari normal bisa sekitar 50 pendonor per hari, selama Ramadan rata-rata hanya 20 pendonor per hari,” ujar Arifah.
Untuk mengantisipasi kekurangan stok, PMI Sidoarjo menggencarkan kerja sama dengan sejumlah gereja. Langkah tersebut mulai dilakukan sejak Minggu lalu guna memastikan suplai darah tetap terjaga di tengah menurunnya partisipasi donor dari masyarakat umum selama bulan puasa.
Meski terjadi penurunan jumlah pendonor, Arifah memastikan stok whole blood (WB) dan packed red cell (PRC) masih dalam kondisi aman. Ketersediaan tersebut telah diantisipasi sebelum Ramadan.
“Untuk WB dan PRC masih tinggi, sekitar 1.600-an kantong. Saat ini kami lebih fokus memenuhi kebutuhan trombosit (TC) yang bergantung pada donor harian. Stok trombosit tersisa sekitar 57 kantong, ini yang sedang kami genjot,” jelasnya.
PMI Sidoarjo berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat membantu menjaga ketersediaan darah, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit selama Ramadan. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista