RADAR SIDOARJO – Gedung Serbaguna di Polresta Sidoarjo mendadak diwarnai tangis haru, Jumat (20/2).
Ratusan orang tua dan wali tak kuasa menahan air mata saat menjemput anak-anak mereka yang terjaring razia balap liar oleh Satlantas Polresta Sidoarjo.
Kasatlantas Polresta Sidoarjo, AKP Yudhi Anugrah Putra mengatakan para orang tua sengaja dipanggil untuk menjemput anak-anak mereka sebagai bagian dari pembinaan.
“Orang tua kami panggil agar mengetahui langsung kejadian ini. Harapannya ada efek jera bagi anak-anak agar tidak lagi terlibat balap liar,” ujarnya.
Menurutnya AKP Yudhi, keterlibatan orang tua penting agar pengawasan terhadap anak bisa lebih maksimal, terutama pada jam-jam rawan. “Kami berharap para orang tua turut mengawasi agar anak-anaknya tidak terlibat hal-hal yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.
Salah satu orang tua, Wati (48), mengaku terkejut saat mendapat kabar anaknya diamankan polisi. Ia tak menyangka putranya ikut berada di lokasi balap liar.
“Saya kaget. Biasanya habis patroli sahur, lalu subuhan terus tidur. Ini tadi kok malah ikut-ikutan lihat balap liar. Kaget saya,” ungkapnya.
Untuk diketahui setidaknya 300 remaja diamankan dalam razia yang digelar di Jalan Arteri Porong. Penertiban tersebut dilakukan menyusul adanya aduan dari warga sekitar yang resah dengan aktivitas balap liar pada waktu sahur hingga pagi hari.
Para remaja yang terjaring langsung didata di Mapolresta, sementara kendaraan mereka diangkut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi memastikan proses hukum tetap berjalan.
“Selanjutnya kami lakukan penegakan hukum tilang,” ujar Kasatlantas Polresta Sidoarjo AKP Yudhi Anugrah Putra.
Ia menambahkan, sebagian besar remaja yang diamankan berasal dari wilayah Sidoarjo. Namun, ada pula yang datang dari Surabaya, Pasuruan, dan Mojosari. Mayoritas sepeda motor yang disita tidak sesuai spesifikasi standar, seperti penggunaan knalpot brong dan modifikasi ekstrem. “Kendaraan akan kami cek. Jika tidak sesuai standar, wajib dikembalikan ke bentuk semula terlebih dahulu sebelum bisa diambil,” tegasnya.
Polisi berharap razia ini menjadi peringatan keras bagi para remaja agar tidak lagi terlibat aksi balap liar yang berisiko tinggi, sekaligus mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar.(sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista