RADAR SIDOARJO - Ancaman Virus Nipah yang sempat mencuat di sejumlah negara membuat pemerintah meningkatkan kewaspadaan.
Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah di wilayahnya.
Kepala Dinkes Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina menegaskan, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah antisipasi dini.
“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada kasus Virus Nipah di Indonesia, khususnya di Sidoarjo. Namun, kewaspadaan tetap kami tingkatkan sebagai bentuk kesiapsiagaan sistem kesehatan,” ujar Lakhsmie, Senin (16/2).
Virus Nipah merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang secara alami dibawa oleh kelelawar buah. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta melalui kontak erat antar-manusia dalam kondisi tertentu.
Menurut dr Lakhsmie, gejala awal infeksi Virus Nipah umumnya menyerupai penyakit flu, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot.
Karena gejalanya mirip penyakit umum lainnya, masyarakat diminta tidak mengabaikan tanda-tanda yang muncul, terutama jika memiliki riwayat kontak dengan hewan atau perjalanan dari daerah berisiko.
“Gejala awalnya memang seperti flu biasa, tetapi pada sebagian kasus dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan bahkan radang otak. Karena itu, jika mengalami gejala berat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah kewaspadaan yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merupakan bagian dari upaya pencegahan dini.
Mengingat Virus Nipah pernah muncul di beberapa negara dan memiliki tingkat keparahan yang tinggi, sistem kesehatan harus selalu dalam kondisi siap.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan memantau perkembangan informasi terbaru. Tujuannya agar masyarakat tetap terlindungi,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista