RADAR SIDOARJO - Menghadapi ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Surabaya menunjukkan kepedulian nyata.
Berkolaborasi dengan Baygon, perusahaan ritel raksasa ini menggelar aksi Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk "Lawan Nyamuk Demam Berdarah Bersama Pemantauan Jentik (Jumantik)" di Balai Desa Sepande, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Kamis (12/2).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Desa Sepande tercatat sebagai wilayah dengan angka kasus DBD tertinggi di lingkup kerja Puskesmas Sidodadi, sehingga memerlukan intervensi cepat dan terpadu.
Deputi Branch Manager (DBM) Operation Indomaret Cabang Surabaya Hendra Satria menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang kali ini difokuskan pada pemberantasan sarang nyamuk di titik-titik rawan.
"Hari ini kita lakukan penyuluhan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan kegiatan Jumantik langsung ke lapangan. Kenapa Desa Sepande? Karena desa ini termasuk yang tertinggi terjangkit kasus DBD," ujar Hendra Satria kepada Radar Sidoarjo.
Tak hanya penyuluhan, Indomaret juga memberikan aksi nyata berupa fogging dan penyerahan bantuan alat kebersihan.
"Kita laksanakan on the spot langsung penyemprotan fogging dan serahkan alat-alat kebersihan untuk fasilitas kesehatan di sini. Harapannya, kami bisa menyukseskan program Pemkab Sidoarjo dalam menyejahterakan masyarakat," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Penanggungjawab Program DBD Puskesmas Sidodadi Basoir menekankan, meski masyarakat sering meminta fogging, kunci utama sebenarnya ada pada kesadaran membersihkan jentik secara mandiri.
"Fokus kita di pemberantasan sarang nyamuk. Kita gerakkan kader Jumantik untuk mengecek kamar mandi warga. Kalau ada jentik, langsung kuras. Karena jika jentik mengalir ke tanah, mereka akan mati," jelas Basoir.
Berdasarkan data Puskesmas Sidodadi tahun 2025, tercatat ada 32 kasus positif DBD di delapan desa, di mana Desa Sepande menyumbang angka tertinggi sebanyak tujuh kasus.
Mobilitas warga yang tinggi ke luar kota seperti Gresik dan Surabaya disinyalir menjadi faktor pembawa nyamuk ke lingkungan rumah.
"Alhamdulillah, dari 32 kasus tidak ada yang meninggal dunia karena kecepatan penanganan di fasilitas kesehatan. Melalui CSR ini, kami ingin mengingatkan kembali bahwa pencegahan jauh lebih utama," kata Basoir.
Kepala Desa (Kades) Sepande Hadi Santoso menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, bantuan dari pihak swasta seperti Indomaret sangat membantu memotivasi para kader di lapangan.
"Kami sangat berterima kasih. Dari sekian tahun Indomaret ada di Desa Sepande, baru kali ini ada CSR bidang kesehatan untuk pemberantasan nyamuk Aedes aegypti. Ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang jumlah penduduknya memang paling banyak di wilayah ini," ungkap Hadi.
Hadi menegaskan, pihak desa terus bergerak cepat melakukan kerja bakti serentak jika ada laporan warga yang terjangkit. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus berkelanjutan demi menjaga semangat para kader Jumantik.
Sebagai informasi kegiatan ini diikuti oleh 300 warga, termasuk 100 anak-anak yang mengikuti Festival Kreasi Bersama Si Domar, berisi lomba untuk ketangkasan anak. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista