RADAR SIDOARJO - Belum genap seumur jagung, proyek pelebaran jembatan di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, kini justru berubah menjadi ancaman nyata bagi nyawa pengendara.
Bukannya memperlancar arus lalu lintas, kondisi aspal yang amblas, berlubang dalam, dan bergelombang di jalur cepat tersebut telah memakan korban.
Kritik tajam kini mengarah pada kualitas pengerjaan kontraktor pelaksana, PT Barokah Abadi. Pasalnya, meski sempat diperbaiki, kerusakan serupa terus muncul di titik yang sama, menandakan adanya masalah serius pada konstruksi jalan tersebut.
Kengerian di ruas jalan ini bukan sekadar isapan jempol. Ani, warga setempat yang menyaksikan langsung rentetan insiden di lokasi, mengungkapkan bahwa dalam waktu lima jam saja pada Rabu (11/2), telah terjadi tiga kecelakaan.
"Kemarin (Rabu) dari jam tiga sore sampai jam delapan malam, sudah ada tiga kali kecelakaan. Yang paling parah jam delapan malam; pengendara boncengan terperosok lubang, jatuh, lalu ditabrak pengendara lain yang kabur," ungkap Ani, Jumat (13/2).
Salah satu korban, Umar Sobirin, 50, warga Prambon, kini harus berjuang melawan maut di rumah sakit akibat cedera kepala berat setelah terperosok di lubang yang cukup dalam tersebut.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Muhammad Makhmud menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kelalaian kontraktor.
Surat teguran resmi telah dilayangkan kepada PT Barokah Abadi agar segera melakukan perbaikan permanen dalam waktu singkat.
"Kami sudah melayangkan surat teguran resmi ke pihak kontraktor untuk segera memperbaiki dalam waktu 1x24 jam. Perbaikan ini masih sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelaksana," tegas Makhmud.
Senada dengan keresahan warga, Kapolsek Taman Kompol Kanisius Franata menyayangkan lemahnya respons kontraktor di jalur yang dikenal sebagai jalur cepat tersebut. Ia menilai, tambal sulam ala kadarnya tidak akan menyelesaikan masalah.
"Kami menyayangkan kondisi jalan yang baru selesai tapi sudah amblas. Lambannya penanganan meningkatkan risiko kecelakaan," tuturnya.
Ia berharap, kontraktor segera memperbaiki dengan pengerjaan berkualitas, pasalnya penambalan yang kepolisian lakukan hanya bersifat sementara. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista