Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Sound Horeg Nyadran di Perahu Balongdowo Candi Sidoarjo Tenggelam

Suryanto • Minggu, 8 Februari 2026 | 09:19 WIB
TERLALU BERAT: Sound horeg untuk acara nyadran di Balongdowo Candi Tenggelam saat berada di kapal.
TERLALU BERAT: Sound horeg untuk acara nyadran di Balongdowo Candi Tenggelam saat berada di kapal.

RADAR SIDOARJO - Insiden perahu tenggelam terjadi saat persiapan Nyadran untuk keesokan harinya pada Minggu di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (7/2).

Perahu yang mengangkut sound horeg dilaporkan karam saat proses pengecekan sound di bantaran Sungai Balongdowo.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, warga tengah melakukan cek sound sebagai bagian dari persiapan Nyadran dengan menggabungkan dua perahu untuk menopang sound system berukuran besar.

“Kejadiannya di bantaran Sungai Balongdowo sekitar pukul 16.30 WIB,” ujar Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono.

Imam menjelaskan, awalnya sound horeg, speaker, serta genset ditempatkan di atas dua perahu yang disatukan. Namun, salah satu perahu tidak mampu menahan beban berat dan getaran dari sound system yang sedang diuji.

“Perahunya dua, digabung sound, speaker dan genset. Ternyata salah satunya tidak kuat menahan beban, kena getaran akhirnya miring,” ungkapnya.

Akibat kemiringan tersebut, keseimbangan perahu terganggu hingga akhirnya terbalik. Seluruh peralatan sound horeg, termasuk lighting dan genset, ikut tenggelam bersama satu perahu dan warga yang berada di atasnya.

“Begitu miring, alat-alatnya lighting, genset, sound, ikut tenggelam. Tapi sempat dievakuasi, tidak ada apa-apa karena memang tidak kuat menahan beban,” jelas Imam.

Selain mengangkut sound horeg dengan estimasi berat mencapai satu ton, perahu tersebut juga dinaiki lebih dari 10 orang. Saat kejadian, sound system sedang memutar musik dan beberapa warga terlihat berjoget di atas perahu yang melintas di sungai.

“Kira-kira berat sound saja satu ton. Yang naik mungkin sekitar 10 orang. Sound-nya milik JL Jombang kalau tidak salah,” tambahnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh warga berhasil menyelamatkan diri, sementara peralatan sound dievakuasi dengan bantuan warga sekitar. Proses pengamanan dan pemantauan dilakukan oleh pihak kepolisian bersama aparat setempat menggunakan perahu karet.

Imam menegaskan, hanya satu perahu yang mengalami insiden tenggelam. Sementara perahu lainnya yang juga mengangkut sound horeg dinyatakan dalam kondisi aman.

Sebagai informasi, Nyadran merupakan tradisi tahunan warga Desa Balongdowo yang digelar menjelang bulan suci Ramadan. Meski sempat terjadi insiden perahu tenggelam, rangkaian kegiatan Nyadran tetap berlangsung.(sur)

Editor : Vega Dwi Arista
#kapal #perahu #Candi #nyadran