RADAR SIDOARJO - Hujan deras yang datang mendadak disertai angin kencang membuat warga Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, dibuat waswas.
Rabu (4/2) sore, terpaan cuaca ekstrem itu menyebabkan pohon tumbang, merusak atap rumah warga, hingga menutup sebagian akses jalan di sejumlah desa.
Humas BPBD Damkar Sidoarjo Yoli Wisnu mengatakan angin kencang menjadi faktor utama penyebab kerusakan. Mayoritas rumah mengalami kerusakan ringan pada bagian genteng dan atap asbes.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, tim BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment, penanganan pohon tumbang, serta pembersihan material yang mengganggu aktivitas warga,” ujar Yoli Wisnu, Kamis (5/2).
Angin kencang melanda empat desa di Kecamatan Sukodono, yakni Desa Suruh, Bangsri, Pademonegoro, dan Anggaswangi. Selain rumah warga, satu fasilitas umum musala serta Kantor Kecamatan Sukodono juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Berdasarkan data sementara BPBD, di Desa Suruh tercatat lima rumah warga rusak ringan dan satu fasilitas umum musala terdampak.
Sementara di Desa Bangsri, total 10 rumah mengalami kerusakan ringan. Di Desa Pademonegoro, satu rumah rusak ringan, dan di Desa Anggaswangi, kerusakan terjadi pada Kantor Kecamatan Sukodono.
Selain merusak bangunan, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di kawasan permukiman dan perumahan. Pohon mangga, jati, hingga epek tumbang di beberapa titik dan sempat mengganggu arus lalu lintas warga.
“Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini. Fokus kami adalah memastikan akses warga kembali normal dan lingkungan aman,” tegasnya.
Dalam penanganan kejadian, BPBD Sidoarjo berkoordinasi dengan Satpol PP, PLN, Call Center 112, TNI, Polri, pemerintah desa, serta pihak kecamatan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk pemotongan pohon tumbang, pembersihan lokasi, hingga pengamanan area terdampak.
Sebagai bentuk respons awal, BPBD juga menyalurkan bantuan darurat berupa terpal kepada warga terdampak.
“Untuk sementara kami memberikan bantuan terpal, dua buah di Desa Suruh dan satu buah di Desa Bangsri, untuk membantu warga melindungi rumahnya,” jelasnya.
Hingga Rabu malam pukul 20.30, seluruh pohon tumbang dilaporkan telah berhasil dipotong dan dibersihkan. Aktivitas warga pun kembali berjalan normal.
BPBD Sidoarjo mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang disertai angin kencang.
“Kami mengajak warga segera melaporkan ke pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista