RADAR SIDOARJO - Masyarakat yang sedang menikmati Car Free Day (CFD) perdana di Alun-alun Sidoarjo mendadak heboh. Video adu jotos dua emak-emak yang sehari-hari menyewakan mainan anak-anak di kawasan Monumen Jayandaru viral di media sosial dan menyita perhatian publik.
Peristiwa tersebut terjadi Minggu (1/2) sekitar pukul 12.30. Dalam video berdurasi 44 detik yang beredar, tampak dua perempuan terlibat cekcok berujung perkelahian fisik hingga saling bergulat di area yang biasa digunakan warga untuk bermain dan berkumpul.
Petugas kebersihan Alun-alun Sidoarjo, Kiki mengungkapkan keributan itu diduga dipicu persoalan perebutan lahan usaha. Saat kejadian, ia sedang membersihkan sampah di sekitar lokasi.
“Kejadiannya sekitar setengah satu siang. Diduga karena rebutan lahan untuk menyewakan permainan kuda-kudaan,” ujar Kiki, Senin (2/2).
Menurutnya, adu mulut antara kedua perempuan tersebut semakin memanas hingga terjadi kontak fisik. Beruntung, keributan tidak berlangsung lama setelah dilerai warga sekitar dan tukang parkir yang berjaga di lokasi.
“Langsung dilerai orang-orang di sekitar situ, termasuk tukang parkir. Setelah itu kondisi kembali kondusif,” tambahnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Plt Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Raden Novianto Koesno Adi Putro membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan melakukan penertiban di lokasi.
“Petugas di lapangan memang mendapati adanya pedagang yang menyewakan mainan anak-anak. Untuk barang buktinya, seperti mainan kuda-kudaan dan sejenisnya, sudah kami amankan ke kantor,” tegasnya.
Raden Novianto menjelaskan, kawasan Alun-alun Sidoarjo, termasuk Taman Jayandaru, merupakan zona steril dari aktivitas perdagangan. Ketentuan tersebut diatur dalam Perda Kabupaten Sidoarjo Nomor 10 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum.
“Di kawasan alun-alun itu tidak diperbolehkan berjualan, mengamen, mengemis, maupun aktivitas lain yang mengganggu ketertiban,” jelasnya.
Ia menambahkan, Satpol PP Sidoarjo secara rutin melakukan patroli cipta kondisi sekaligus memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar mematuhi aturan yang berlaku.
“Anggota kami, termasuk personel Satpol PP Wanita, juga sering memberikan woro-woro atau pengumuman langsung di lokasi. Tujuannya agar masyarakat ikut menjaga ketertiban di kawasan alun-alun,” katanya.
Terkait perkelahian dua pedagang yang viral tersebut, pihak Satpol PP masih melakukan pendalaman untuk mengetahui kronologi lengkap serta identitas pihak-pihak yang terlibat.
“Kami masih dalami siapa saja yang terlibat dan bagaimana awal kejadiannya. Yang jelas, penertiban akan terus kami lakukan agar fungsi alun-alun sebagai ruang terbuka publik tetap terjaga,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista