RADAR SIDOARJO - Aliran Sungai Dam Bono, Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, mendadak berubah.
Busa putih pekat menyerupai air sabun menutup permukaan sungai, disertai bau menyengat yang membuat warga resah. Temuan ikan mati di sekitar dam kian menguatkan dugaan pencemaran lingkungan.
Menyikapi kondisi tersebut, Komisi C DPRD Sidoarjo langsung bergerak. Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Choirul Hidayat menegaskan, pencemaran sungai adalah persoalan serius yang tak boleh berhenti pada wacana semata.
“Kami tidak ingin kasus seperti ini berhenti di tataran wacana. Jika terbukti ada perusahaan yang membuang limbah ke Sungai Bono, harus ada sanksi tegas agar menimbulkan efek jera,” tegas Choirul kepada Radar Sidoarjo, Kamis (22/1).
Politikus Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan, DPRD Sidoarjo mendukung penuh langkah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, terutama bila hasil pemeriksaan mengonfirmasi adanya limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang merugikan masyarakat serta merusak ekosistem sungai.
“Kami sangat mendukung DLHK apabila terbukti ada perusahaan yang membuang limbah B3 ke aliran Sungai Bono,” ujarnya.
Keluhan warga tak hanya soal busa dan bau. Banyaknya ikan mati di sekitar Dam Bono memunculkan kekhawatiran dampak lanjutan terhadap kesehatan masyarakat dan kelangsungan biota air.
Jika dibiarkan, pencemaran ini dinilai berpotensi merusak lingkungan secara luas.
Sementara itu, sebelumnya, DLHK Sidoarjo telah melakukan pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium.
Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda DLHK Sidoarjo, Retno Winahyu, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan warga.
“Kami mengambil sampel dari satu titik upstream atau hulu sungai, serta dua titik downstream atau hilir, karena aliran sungai di lokasi ini memecah menjadi dua,” jelas Retno.
Menurutnya, proses uji laboratorium membutuhkan waktu. Sesuai SOP laboratorium, hasil uji biasanya baru bisa diketahui setelah sekitar 14 hari kerja dalam bentuk laporan hasil uji.
Seperti diberitakan sebelumnya, fenomena busa putih di Sungai Bono kembali muncul pada Senin (19/1) dan sempat viral di media sosial.
Pantauan di lokasi menunjukkan busa pekat menutupi aliran sungai dari area Dam Bono hingga ke arah utara, dengan aroma menyengat yang mengganggu aktivitas warga. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista