RADAR SIDOARJO - Gerakan Pramuka Kecamatan Tulangan memasuki babak baru. Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Tulangan bersama Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) serta Lembaga Pemeriksa Keuangan masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat di Pendopo Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.
Pelantikan ini menjadi tindak lanjut hasil Musyawarah Ranting (Musran) yang digelar pada Desember 2025.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Kwarran Tulangan bekerja sama dengan Mabiran Kecamatan Tulangan, dengan Camat Tulangan selaku Ketua Mabiran.
Acara pelantikan dihadiri jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sidoarjo, Mabiran Kecamatan Tulangan, pengurus Kwarran dan Lembaga Pemeriksa Keuangan yang dilantik, Dewan Kerja Ranting (DKR), serta unsur Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) se-Kecamatan Tulangan.
Dengan pelantikan tersebut, Surat Keputusan pengesahan Mabiran dan Pengurus Kwarran Tulangan periode 2026–2029 resmi diterbitkan.
Hal ini menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru secara sah sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka.
Ketua Kwarran Tulangan, Agustina Eri Cahyani, S.Pd., menegaskan, pelantikan ini memiliki arti strategis bagi keberlanjutan pembinaan kepramukaan di wilayah Tulangan.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum pengukuhan legalitas organisasi sekaligus serah terima amanah," ujar Agustina kepada Radar Sidoarjo, Rabu (21/1).
Menurutnya, sejak hari ini, pengurus baru memikul tanggung jawab penuh untuk menggerakkan roda organisasi secara profesional dan berkelanjutan.
Menurut Agustina, sinergi antara Mabiran dan Kwarran menjadi kunci utama dalam memperkuat fungsi pembinaan, khususnya di gugus depan sekolah.
Ia menekankan pentingnya inovasi agar kegiatan kepramukaan tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami ingin memastikan pembinaan karakter peserta didik berjalan lebih terstruktur, adaptif, dan inovatif," jelasnya
Ia menjelaskan, metode kepramukaan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Pramuka.
Dalam periode 2026–2029, Kwarran Tulangan menargetkan sejumlah program strategis, antara lain revitalisasi metode kepramukaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan pembina dan kursus kepramukaan berjenjang, serta penguatan peran Pramuka di tengah masyarakat.
“Kami berkomitmen menjadi garda terdepan dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan penanggulangan bencana, sekaligus menyiapkan kader pemimpin masa depan yang berkarakter sesuai Dasa Darma Pramuka,” tegas Agustina.
Selain itu, Kwarran Tulangan juga menargetkan konsolidasi organisasi dengan membentuk struktur kepengurusan yang solid dan lengkap, tingkat partisipasi pengurus minimal 80 persen, serta pemahaman tugas yang matang sebelum pelaksanaan Rapat Kerja Ranting (Rakerran).
Target lainnya meliputi penguatan sinergi lintas sektor melalui dukungan Mabiran dan kerja sama dengan berbagai instansi kecamatan, digitalisasi data keanggotaan, transparansi pelaporan keuangan, serta peningkatan kualitas pembina dan capaian Pramuka Garuda minimal 20 persen setiap tahun.
Pelantikan ini menjadi tonggak awal penguatan Gerakan Pramuka di Kecamatan Tulangan untuk berperan aktif dalam pembinaan generasi muda sekaligus mendukung pembangunan karakter bangsa. (nas/dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista