RADAR SIDOARJO - Wajah transportasi tradisional di Kabupaten Sidoarjo mulai memasuki babak baru. Sebanyak 200 unit becak listrik (Belis) bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mengaspal di 18 kecamatan.
Program ini hadir sebagai solusi kemanusiaan sekaligus langkah nyata menuju transportasi ramah lingkungan di Kota Delta. Ratusan becak itu diserahkan kepada pengayuh di Pendapa Delta Wibawa, Rabu (21/1).
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang disalurkan melalui Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) ini.
Menurutnya, inovasi ini bukan sekadar bantuan alat transportasi, melainkan upaya mengangkat derajat dan ekonomi para pengayuh becak yang mayoritas sudah lanjut usia.
"Kami berharap becak listrik ini dapat membantu meringankan beban fisik pengayuh lansia agar tetap produktif," ujarnya.
Ia berharap, para pengayuh becak bisa bekerja lebih ringan, berpenghasilan lebih baik, dan menjadi ikon pariwisata modern sekaligus melestarikan budaya lokal Sidoarjo.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama DPC Gerindra berkomitmen memastikan bantuan ini tepat sasaran. Mimik menegaskan akan ada evaluasi rutin setiap bulan untuk memastikan unit becak tetap berada di tangan penerima yang sah dan dirawat dengan baik.
"Saya sebagai wakil ketua DPC Gerindra akan selalu mengawasi. Setiap bulan kita akan absen karena becak ini jangan sampai diperjualbelikan atau dialihkan," ungkapnya.
Kata Mak Mimik, peralatan akan tetap dipantau, agar implementasinya tidak jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab.
Sementara itu, Ketua Yayasan GSN Letnan Jenderal (Letjen) TNI Purn Teguh Arief Indratmoko menjelaskan, pemberian bantuan ini merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo Subianto setelah melihat realita di lapangan, di mana banyak pengayuh becak berusia di atas 70 tahun masih harus bekerja keras secara fisik.
Teguh menekankan bahwa kehadiran GSN adalah untuk mengisi celah-celah sosial yang mungkin belum terjangkau oleh program pemerintah pusat maupun daerah.
"Beliau (Presiden Prabowo) melihat langsung pengemudi becak usia 70 tahun masih 'ngonthel' berat," imbuhnya.
Menurutnya, presiden berinisiatif membuat becak listrik supaya pengayuh becak lebih mudah. Yang tadinya hanya kuat bekerja 2-3 jam, kini bisa seharian sehingga pendapatan meningkat.
Program ini dipastikan tidak berhenti pada 200 unit pertama. Teguh mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan seluruh populasi pengemudi becak di Sidoarjo akan mendapatkan jatah secara bertahap, dengan prioritas utama pada lansia.
"Insyaallah bagi yang belum dapat, di triwulan satu nanti akan dilengkapi. Targetnya seluruh populasi becak akan diberikan secara bertahap, mendahulukan yang sepuh-sepuh (tua) dulu karena kasihan," tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista