Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Bupati Sidoarjo Minta Evaluasi Serius Menjelang Perencanaan Proyek Tahun 2026

Diky Putra Sansiri • Selasa, 30 Desember 2025 | 13:43 WIB
KECEWA: Bupati Sidoarjo Subandi saat mengecek progres proyek betonisasi Jalan Raya Berbek, Kecamatan Waru. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
KECEWA: Bupati Sidoarjo Subandi saat mengecek progres proyek betonisasi Jalan Raya Berbek, Kecamatan Waru. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Proyek betonisasi Jalan Raya Berbek, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, dipastikan belum dapat diselesaikan hingga akhir tahun. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Bupati Sidoarjo Subandi menemukan progres pekerjaan melenceng jauh dari target, dengan deviasi mencapai sekitar 34 persen, sementara sisa masa kontrak proyek tinggal menghitung hari.

Keterlambatan ini dinilai berpotensi merugikan masyarakat, mengingat Jalan Raya Berbek merupakan kawasan padat penduduk sekaligus jalur vital bagi aktivitas warga.

Dalam sidaknya, Subandi mengaku prihatin terhadap lambannya progres pengerjaan. Berdasarkan hasil perhitungan di lapangan, pengecoran jalan hanya mampu diselesaikan sekitar 100 meter per hari. Padahal, total panjang jalan yang harus dibeton mencapai 1,8 kilometer.

“Yang menjadi pekerjaan rumah kita masih di Berbek. Kita punya deviasi kurang lebih 34 persen. Tadi kita hitung, satu hari hanya mampu 100 meter, sementara panjang jalan yang dibeton 1,8 kilometer,” ujar Subandi, Selasa (30/12).

Dengan kecepatan tersebut, Subandi menilai waktu penyelesaian proyek tidak akan mencukupi. Bahkan, apabila pengerjaan dilakukan pada dua sisi jalan, dibutuhkan waktu lebih dari satu bulan.

“Kalau 1,8 kilometer, satu hari 100 meter berarti 18 hari. Belum sisi satunya lagi, berarti dikali dua menjadi 36 hari. Sementara waktu tinggal menghitung hari,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dampak keterlambatan proyek terhadap masyarakat sekitar. Menurutnya, molornya pengerjaan di kawasan padat penduduk sangat mengganggu aktivitas warga.

“Berbek ini daerah padat penduduk. Kasihan warga kita yang tinggal di daerah Berbek,” katanya.

Sebagai langkah evaluasi, Subandi meminta pelaksana proyek agar lebih serius mengejar target penyelesaian. Ia mendorong kontraktor menambah jam kerja atau mempercepat volume pengecoran, termasuk opsi bekerja pada malam hari.

“Kalau memang modalnya mampu, coba pengecoran malam. Jangan hanya 100 meter per hari, bisa langsung 300 meter agar cepat selesai,” ujarnya.

Subandi menegaskan, persoalan deviasi pekerjaan tidak boleh terus berulang. Ia menyebut hampir seluruh kegiatan pembangunan pada tahun 2025 mengalami deviasi, sehingga harus menjadi bahan evaluasi serius menjelang perencanaan proyek tahun 2026.

“Jangan sampai di akhir tahun pola seperti ini terulang lagi. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi PU sebagai bahan koreksi. Ke depan, pekerjaan harus tepat waktu, kontraktornya bertanggung jawab, dan kualitas tetap terjaga,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Perencanaan #Subandi #Evaluasi #Bupati #Proyek