RADAR SIDOARJO - Keluhan masyarakat terkait buruknya kondisi Jalan Lingkar Timur Sidoarjo yang bergelombang dan dipenuhi lubang mendapat respons cepat dari Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. Tak ingin keluhan tersebut berlarut-larut tanpa solusi, Wabup Mimik langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran perbaikan jalan.
“Saya banyak menerima keluhan masyarakat soal kondisi Jalan Lingkar Timur yang bergelombang dan berlubang. Karena itu, saya berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar bisa membantu perbaikan dan peningkatan kualitas jalan,” ujar Mimik.
Hasil koordinasi tersebut membuahkan dukungan dari anggota DPR RI Andi Aras, yang kemudian diteruskan oleh anggota DPR RI Tommy Wafa dari daerah pemilihan Surabaya–Sidoarjo untuk pengalokasian anggaran.
“Dari koordinasi dengan DPR dan pemerintah pusat, kita mendapatkan dana sebesar Rp 37 miliar untuk pengecoran dua arah Jalan Lingkar Timur tahap pertama,” kata Mimik.
Dana sebesar Rp 37 miliar tersebut digunakan untuk pengecoran Jalan Lingkar Timur mulai perempatan atau lampu merah Desa Prasung hingga Jalan Raya Buduran sepanjang sekitar 1.800 meter. Pengerjaan dilakukan sejak akhir September hingga Desember 2025 dan kini telah rampung 100 persen.
Wabup Mimik menjelaskan, setelah tahap pertama selesai, pembangunan akan dilanjutkan ke tahap dua dan tiga hingga seluruh ruas Jalan Lingkar Timur tercor beton. Pada tahap kedua yang direncanakan pada 2026, pembangunan jalan beton akan dilaksanakan dari Prasung hingga Mal Pelayanan Publik (MPP) di Desa Blurukidul dengan nilai anggaran sekitar Rp 84 miliar.
“Harapannya, masyarakat bisa tersenyum karena jalan yang dilewati sudah mulus dan nyaman,” ungkapnya.
Menurut Wabup Mimik Idayana, program peningkatan kualitas jalan tersebut sejalan dengan visi dan misi pasangan BAIK saat kampanye Pilkada 2024.
“Kami terus bekerja keras demi kesejahteraan masyarakat. Mari bersama-sama kita ciptakan Sidoarjo yang lebih baik,” tegasnya.
Selain meninjau pembangunan jalan beton, Wabup Mimik juga meminta agar pembangunan drainase di sekitar jalan turut diperhatikan demi kelancaran aliran air.
“Pembangunan drainase akan menggunakan dana APBD dan dimulai pada 2026. Ini penting agar tidak terjadi genangan air saat hujan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Sidoarjo, Dwi Eko, memastikan bahwa pembangunan jalan beton Lingkar Timur tahap pertama telah selesai sepenuhnya.
“Untuk kelanjutan pembangunan jalan beton dua arah tahap dua, yakni dari Prasung hingga MPP Blurukidul, rencananya akan mulai dikerjakan sekitar Mei 2026,” jelasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista