Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Wamen Kemenimipas Rayakan Natal Bersama Napi di Lapas Porong Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Selasa, 23 Desember 2025 | 18:28 WIB
KEAGAMAAN: Wamen Kemenimipas Silmy Karim (tengah) Rayakan Natal Bersama Napi di Lapas Porong.
KEAGAMAAN: Wamen Kemenimipas Silmy Karim (tengah) Rayakan Natal Bersama Napi di Lapas Porong.

RADAR SIDOARJO - Di balik tembok dan jeruji besi, ratusan narapidana beragama Kristen merayakan Natal bersama Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Kemenimipas) Silmy Karim di Gereja Anugerah, Lapas Kelas I Surabaya atau Lapas Porong Sidoarjo.

Kehadiran orang nomor dua di Kemenimipas tersebut menjadi simbol kuat hadirnya negara dalam pembinaan kepribadian dan penguatan spiritual warga binaan. Perayaan Natal ini diikuti ratusan narapidana, jajaran petugas pemasyarakatan, pemuka agama dari berbagai gereja, serta keluarga narapidana.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menegaskan bahwa perayaan Natal bersama merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan di Lapas Porong Sidoarjo.

“Kami ingin memastikan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan spiritualitas tetap tumbuh di dalam lapas,” ujar Sohibur Rachman, Selasa (23/12).

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menciptakan suasana lapas yang aman, kondusif, dan sarat nilai kemanusiaan. Menurutnya, pembinaan kerohanian menjadi fondasi penting dalam proses perubahan perilaku narapidana.

Melalui kegiatan keagamaan, warga binaan diharapkan mampu melakukan refleksi diri serta menata kembali masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Wamen Kemenimipas Silmy Karim menyampaikan bahwa Natal bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk menata ulang harapan dan memperbaiki diri.

“Natal adalah momentum refleksi diri. Walaupun Bapak/Ibu berada di balik tembok dan jeruji, Tuhan hadir di sini, di tengah-tengah Bapak/Ibu, untuk memulihkan bukan hanya pribadi Bapak/Ibu, tetapi juga hubungan dengan keluarga,” tuturnya.

Ia mengakui, merayakan Natal di dalam lapas bukanlah hal yang mudah. Namun, proses pembinaan yang sedang dijalani justru menjadi kesempatan berharga untuk berubah dan membangun masa depan yang lebih baik.

“Cara terbaik mencintai keluarga adalah dengan berjanji pada diri sendiri untuk berubah dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tegasnya.

Silmy Karim juga menegaskan bahwa jajaran pemasyarakatan merupakan perpanjangan tangan negara dalam menjaga keamanan sekaligus memfasilitasi kebutuhan ibadah dan pembinaan kerohanian warga binaan.

“Negara hadir di sini. Kami berkomitmen memastikan pembinaan, termasuk fasilitasi ibadah dan pembinaan kerohanian warga binaan, berjalan dengan sebaik-baiknya,” tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Natal #Porong #wamen #Napi #Lapas