RADAR SIDOARJO - Upaya memperkuat rasa aman dan perlindungan hukum bagi guru terus dilakukan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Sidoarjo. Di penghujung tahun 2025, PC Pergunu Sidoarjo langsung “tancap gas” dengan menggelar tiga agenda strategis sekaligus dalam satu hari.
Rangkaian kegiatan tersebut dikemas dalam Rapat Kerja (Raker) II PC Pergunu Sidoarjo yang berlangsung di Kantor PCNU Sidoarjo, Selasa (16/12), dan dihadiri perwakilan Pergunu dari tingkat kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo.
Ketua PC Pergunu Sidoarjo, Ahmad Anwar mengatakan, tiga agenda besar tersebut menjadi bukti konsistensi organisasi dalam menjalankan program kerja sekaligus menjawab tantangan profesi guru saat ini.
“Di akhir tahun 2025 ini, kami bersyukur bisa melaksanakan tiga kegiatan penting dalam satu hari. Ini menjadi wujud keseriusan Pergunu dalam mengawal kepentingan dan profesionalisme guru,” ujarnya.
Agenda pertama adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PC Pergunu Sidoarjo dengan LBH GP Ansor Sidoarjo. Kerja sama ini difokuskan pada pendampingan dan perlindungan hukum bagi guru yang kerap dihadapkan pada persoalan hukum saat menjalankan tugas mendidik.
“Dalam praktiknya, guru sering menghadapi persoalan yang disalahartikan sebagai perundungan atau bullying, padahal itu bagian dari proses pembinaan dan pendisiplinan siswa,” jelasnya.
Tanpa pendampingan hukum, lanjutnya, guru kerap merasa tidak aman dan tidak nyaman dalam menjalankan profesinya.
“Dengan MoU ini, kami berharap guru-guru NU mendapatkan perlindungan hukum yang jelas, sehingga lebih berani dan tenang dalam menjalankan tugas profesionalnya,” tegasnya.
Agenda kedua adalah Anugerah Hari Guru Nasional 2025. Selama satu tahun terakhir, PC Pergunu Sidoarjo melakukan penjaringan guru-guru berprestasi dan berpotensi dari berbagai jenjang pendidikan.
“Dari puluhan kandidat, akhirnya terpilih enam guru inspiratif. Mereka kami apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan keteladanan,” katanya.
Sementara agenda ketiga adalah Rapat Kerja PC Pergunu Sidoarjo. Menurut Anwar, raker menjadi tolok ukur keberhasilan sebuah organisasi.
“Organisasi dikatakan baik jika mampu merencanakan program dan menjalankannya. Di tahun 2025 ini, kami telah melaksanakan hasil raker 2024. Untuk raker 2026, fokus kami adalah peningkatan kompetensi guru dengan pelatihan dan memfasilitasi Kuliah S2 dan S3 ,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi dilakukan melalui pelatihan yang selaras dengan kurikulum nasional dan perkembangan dunia pendidikan yang sangat cepat. Selain itu, Pergunu Sidoarjo juga memberikan beasiswa pendidikan lanjutan bagi anggotanya.
Menurutnya, untuk jenjang S2, pihaknya memberikan subsidi biaya dari kisaran Rp 23 juta menjadi Rp 12 juta, yang bisa diangsur hingga lulus dua tahun. Sedangkan untuk S3, pihaknya bekerja sama dengan Universitas Abdul Halim Pacet.
“Alhamdulillah, tahun ini ada sembilan guru yang mengikuti program doktoral. Program ini akan terus kami lanjutkan sebagai kontribusi menuju Indonesia Emas 2045,” tambah Anwar.
Sementara itu, Ketua LBH GP Ansor Sidoarjo, Heru Krisbianto, menyambut baik kerja sama dengan PC Pergunu Sidoarjo. Ia menilai, hingga saat ini perlindungan hukum bagi guru dan dosen masih bersifat implisit dalam regulasi.
“Harapan kami, guru yang menjalankan disiplin pendidikan di sekolah benar-benar terlindungi secara hukum, bukan hanya pendampingan administratif,” ujarnya.
Heru mencontohkan profesi advokat yang tidak dapat dituntut selama menjalankan tugas sesuai kode etik. Prinsip serupa, menurutnya, layak diterapkan pada profesi guru.
Dalam kerja sama tersebut, LBH GP Ansor Sidoarjo akan memberikan layanan konsultasi hukum, pendampingan litigasi dan nonlitigasi, serta mendorong pembentukan paralegal bersertifikat di lingkungan PC Pergunu Sidoarjo yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.
“Semakin banyak guru yang paham hukum, maka mereka akan semakin berani dan tenang dalam menjalankan profesinya,” pungkasnya. (Nas/dik)
Editor : Vega Dwi Arista