RADAR SIDOARJO - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Sidoarjo memastikan ketersediaan stok darah dalam kondisi aman dan terkendali. Masyarakat diimbau tetap tenang karena pelayanan transfusi darah tetap berjalan normal meski terdapat libur nasional.
Saat ini, stok darah jenis Whole Blood (WB) dan Packed Red Cell (PRC) di UTD PMI Sidoarjo tercatat sebanyak 978 kantong. Jumlah tersebut berada di atas batas aman minimal, yakni 700 kantong.
Humas UTD PMI Sidoarjo, Arifah, mengatakan pihaknya secara khusus memperkuat kegiatan donor darah pada pekan menjelang Nataru dengan menyasar perusahaan dan organisasi kemasyarakatan.
“Untuk pekan ini, kami fokuskan kegiatan donor darah di perusahaan-perusahaan dan organisasi masyarakat. Tujuannya agar stok darah tetap stabil dan aman selama Natal dan Tahun Baru,” ujar Arifah, Rabu (17/12).
Ia menegaskan, meskipun stok yang tersedia saat ini mencapai 978 kantong, jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di wilayah Sidoarjo.
“Dari data yang kami miliki, stok darah Natal hingga Tahun Baru aman. Angka 978 kantong itu sudah di atas batas aman minimal,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, UTD PMI Sidoarjo juga masih akan menerima tambahan pasokan darah dari salah satu perusahaan swasta.
“Kami akan mendapatkan tambahan sekitar 300 kantong darah dari kegiatan donor di salah satu perusahaan dalam waktu dekat,” tambahnya.
Arifah memastikan, meskipun UTD PMI Sidoarjo mengikuti libur sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) pada 25–26 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, pelayanan darah untuk pasien tetap dibuka selama 24 jam.
“Pelayanan darah untuk pasien tetap berjalan 24 jam. Jadi rumah sakit tidak perlu khawatir meskipun kami libur administrasi,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pada periode Nataru permintaan darah dari rumah sakit dapat mencapai sekitar 160 kantong per hari, dengan kebutuhan terbanyak berasal dari golongan darah O.
Terkait donor darah berbasis rumah ibadah, Arifah menjelaskan bahwa gereja-gereja tidak menggelar kegiatan donor darah selama Nataru karena fokus pada rangkaian ibadah keagamaan.
“Donor darah dari gereja biasanya kami alihkan ke bulan Maret, bersamaan dengan kegiatan Ramadan,” katanya.
Sebagai gantinya, dukungan donor darah justru datang dari kalangan remaja masjid dan majelis taklim yang akan menggelar kegiatan donor darah di akhir tahun. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista