RADAR SIDOARJO - Pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Dari sekitar sembilan titik proyek yang saat ini masih berjalan, baru satu proyek yang dinyatakan rampung sesuai target, yakni proyek di wilayah Gedangan.
Kondisi tersebut mendorong Bupati Sidoarjo Subandi untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan percepatan penyelesaian pekerjaan. Ia meminta seluruh pihak terkait memaksimalkan sisa waktu pengerjaan yang kini tinggal hitungan hari.
“Kalau kita ini hampir sembilan titik proyek. Yang sudah maksimal dan selesai baru di Gedangan, yang lainnya masih belum,” ujar Subandi.
Ia menegaskan, rata-rata masa kontrak proyek hanya tersisa sekitar satu pekan. Oleh karena itu, seluruh unsur yang terlibat, mulai dari kontraktor, konsultan, pengawas lapangan, hingga dinas teknis, diminta terus berada di lokasi pekerjaan untuk memastikan progres berjalan optimal.
“Kita minta konsultan, pengawas, PUBM, asisten turun ke lapangan terus. Ini betul-betul harus dimaksimalkan,” tegasnya.
Subandi juga menyoroti potensi denda yang akan dikenakan kepada kontraktor apabila proyek tidak selesai tepat waktu. Menurutnya, skema denda sebesar 1 per 1.000 dari nilai proyek per hari cukup memberatkan, terutama untuk proyek dengan nilai anggaran besar.
“Kalau nilai total proyek Rp 10 miliar, dendanya bisa Rp 10 juta per hari. Kalau tidak dimaksimalkan betul, kasihan kontraktornya,” katanya.
Selain fokus pada penyelesaian proyek tahun ini, Subandi menekankan pentingnya perbaikan dalam perencanaan ke depan. Ia menilai sejumlah pekerjaan infrastruktur, khususnya pembangunan jembatan, seharusnya tidak dilaksanakan pada musim hujan karena berdampak pada efektivitas dan efisiensi pekerjaan di lapangan.
“Kegiatan pembangunan jembatan sebaiknya dimulai setelah musim hujan selesai, supaya efisiensi di lapangan bisa lebih optimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem seleksi kontraktor pada tahun anggaran 2026. Persyaratan akan diperketat dan diperjelas dengan mengacu pada daerah lain yang dinilai berhasil menyelesaikan proyek tepat waktu dan berkualitas.
“Tahun depan akan kita perketat lagi persyaratan kontraktor seperti di Surabaya. Di sana bisa tepat waktu dan hasilnya bagus, masa kita kalah,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista