RADAR SIDOARJO - Hujan lebat yang mengguyur Sidoarjo selama empat jam pada Kamis (11/12) sore kembali menyebabkan banjir. Genangan setinggi lutut orang dewasa menutup sejumlah jalan utama hingga menyebabkan puluhan sepeda motor mogok.
Banjir merata melanda sedikitnya enam kecamatan, yakni Porong, Tanggulangin, Candi, Sidoarjo Kota, Waru, serta sebagian wilayah Sedati. Hujan intensitas tinggi yang turun sejak pukul 15.00 hingga 20.00 tak hanya memperlambat arus lalu lintas, namun juga membuat kawasan yang selama ini dikenal rawan banjir tergenang.
Pantauan Radar Sidoarjo, banjir juga menggenangi Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, tepat di depan SMPN 2 Waru. Genangan di kawasan ini bahkan disebut warga selalu hadir setiap musim hujan, terutama ketika hujan turun berjam-jam tanpa henti.
Air mulai masuk kawasan pemukiman sejak hujan deras mengguyur. Genangan bahkan tak kunjung surut hingga Jumat pagi.
“Dari tadi malam sudah banjir saat hujan deras. Sampai pagi ini tadi belum surut. Tingginya kurang lebih 20–30 sentimeter,” ujar warga Tropodo, Reza, Jumat (12/12).
Kondisi lebih parah terjadi di Jalan Sidokare hingga Kutuk Barat. Ketinggian air mencapai selutut orang dewasa, membuat puluhan pengendara motor terpaksa berhenti dan menuntun kendaraan mereka yang mogok. Di Gading Fajar dan Jalan Sepande, dua titik langganan banjir, situasi yang sama juga terjadi.
“Kalau di Jalan Sepande, baru mulai banjir tahun kemarin. Tapi ketinggian airnya cukup lumayan, selutut orang dewasa,” tutur warga Sepande, Jamal.
Banjir di Sidokare, Karanggayam, Jalan Monginsidi, dan Sepande dipicu oleh meluapnya Sungai Kutuk. Sementara itu, genangan di Bluru Kidul dan sekitarnya disebabkan Sungai Pucang yang tak mampu menahan debit air hujan yang tinggi.
Tak hanya itu, kawasan Jalan Raya Porong tepatnya di depan tanggul lumpur terjadi banjir setinggi 50 sentimeter. Arus lalu lintas malam itu, dialihkan sementara agar kendaraan yang melintas tidak mogok.
Plt Kalaksa BPBD Sidoarjo Sabino Mariano membenarkan bahwa hujan dengan durasi panjang menjadi penyebab utama banjir yang meluas.
“Rata-rata karena efek sungai overtopping atau meluap,” terangnya.
Ia menambahkan, genangan masih terpantau di kawasan Tanggulangin dan Desa Pranti, Kecamatan Sedati, dengan ketinggian antara 10 hingga 30 sentimeter. Sejumlah rumah pompa telah diaktifkan untuk mempercepat surutnya air. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista