Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Bupati Sidoarjo: Petani Tebu Bisa Ajukan KUR hingga Rp 500 Juta

Diky Putra Sansiri • Jumat, 12 Desember 2025 | 22:44 WIB
MEMPERMUDAH: Bupati Sidoarjo Subandi (kiri) memberikan KUR khusus kepada petani tebu.
MEMPERMUDAH: Bupati Sidoarjo Subandi (kiri) memberikan KUR khusus kepada petani tebu.

RADAR SIDOARJO - Harapan baru bagi petani tebu di Sidoarjo. Pemerintah resmi meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus tebu dengan plafon pinjaman hingga Rp 500 juta dan bunga flat enam persen per tahun.

Program ini disebut sebagai langkah besar untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan produktivitas tebu menuju target swasembada gula konsumsi nasional 2028.

Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, hadirnya skema KUR khusus tersebut akan mengakhiri persoalan klasik permodalan yang selama ini membelit petani tebu.

“Jadi untuk petani tebu, sekarang sudah tidak ada lagi kesulitan permodalan. Kita sudah bekerja sama dengan Bank Jatim untuk pinjaman KUR khusus petani tebu dengan bunga ringan enam persen," ujar Subandi, Jumat (12/12).

Meski begitu, kata Subandi, dalam tiap tahun harus dikembalikan, kalau tahun depan pinjam lagi maka selesai panen segera dikembalikan kembali.

Menurut Subandi, KUR tebu akan menjadi penopang besar dalam pengembangan usaha petani, baik untuk menambah modal, memperluas lahan, maupun meningkatkan kapasitas produksi.

Skema pembiayaan ini sengaja diprioritaskan pemerintah pusat sebagai bagian dari roadmap kemandirian gula nasional.

Selain KUR, Bupati Subandi juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada dua kelompok tani tebu, yaitu Poktan Mulya Tani Makmur dan Poktan Melati Jaya.

Bantuan itu terdiri dari dua traktor roda empat, dua power weeder, tujuh rice transplanter, tujuh hand traktor rotary, 28 hand sprayer, dan lima pompa air.

“Kita titip kepada para petani tebu, tolong Alsintan ini dirawat betul-betul. Ini adalah bantuan hibah dari pemerintah pusat melalui APBN, jangan sampai tidak dirawat,” pesan Subandi.

Plt Direktur PT PG Candi Baru, Arief Nursusanto menyebutkan, KUR tebu dan bantuan Alsintan merupakan kombinasi strategis untuk memperkuat mata rantai produksi gula nasional.

“Kabupaten Sidoarjo sudah masuk dalam daftar wilayah swasembada gula. Untuk mencapai target itu, bahan bakunya harus selalu ada. Jika kualitas dan kuantitas meningkat, pabrik gula juga semakin jaya,” tuturnya.

Dengan peluncuran KUR khusus tebu yang untuk pertama kalinya dilakukan di Sidoarjo, Arief optimistis gairah petani akan meningkat.

“Melalui bantuan permodalan, petani lebih bersemangat, sehingga kesejahteraan mereka ikut meningkat,” tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#tebu #Petani #KUR #Bupati