RADAR SIDOARJO - Edukasi keselamatan berlalu lintas kembali menjadi fokus utama Polsek Porong dalam pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 yang kini memasuki hari kesembilan.
Alih-alih hanya menindak, jajaran Unit Lalu Lintas turun langsung ke titik-titik rawan pelanggaran untuk memberikan pemahaman yang lebih dekat dan humanis kepada para pengendara.
Di beberapa ruas jalan padat di Kecamatan Porong, Sidoarjo, petugas menghentikan sejumlah pengendara yang kedapatan melanggar aturan, mulai dari tidak memakai helm, berboncengan lebih dari satu orang, hingga menggunakan ponsel saat berkendara. Setiap pelanggar kemudian diberi penjelasan mengenai risiko yang mengintai dari setiap kelalaian.
Kanit Lantas Polsek Porong AKP Sulaiman menegaskan, pendekatan humanis menjadi strategi utama agar pesan keselamatan lebih mudah diterima masyarakat.
“Kami tidak serta-merta melakukan penindakan. Hari ini fokus kami adalah mengingatkan secara persuasif. Helm itu pelindung utama kepala, dan kami ingin masyarakat benar-benar memahami bahwa keselamatan mereka yang paling penting,” ujar AKP Sulaiman, Selasa (25/11).
Menurutnya, penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang kerap dipadati kendaraan. Para pengendara yang tidak memakai helm langsung diberhentikan dan diberikan imbauan secara langsung.
“Banyak yang mengaku baru sadar setelah dijelaskan. Bahkan ada yang berterima kasih karena pendekatan kami dilakukan dengan cara yang sopan dan menenangkan,” tambahnya.
Ia menekankan, Operasi Zebra Semeru 2025 tidak hanya soal menertibkan, tetapi membangun kesadaran jangka panjang.
“Tujuan besar kami adalah terciptanya budaya tertib dan aman di jalan. Kalau masyarakat sudah paham, angka pelanggaran dan kecelakaan otomatis bisa ditekan,” jelasnya.
Melalui edukasi preventif yang terus digencarkan, ia berharap tercipta lingkungan berlalu lintas yang lebih aman dan berdisiplin tinggi di wilayah hukumnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista