RADAR SIDOARJO - Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono,M.I.Pol (BHS) mendukung pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo naik kelas dan bisa memanfaatkan fasilitas pinjaman modal dengan bunga ringan melalui Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) dan KUR Nasional.
“Pelaku UMKM perlu mendapatkan bantuan modal agar mereka bisa mengembangkan usahanya. Dengan bunga ringan ini akan sangat membantu para pelaku UMKM,” ujar BHS ke Radar Sidoarjo.
Program bantuan modal dengan bunga ringan menjadi peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan usahanya tanpa terbebani bunga tinggi.
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini menambahkan pemerintah pusat melalui kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menaikkan plafon dana KUR dari Rp 280 triliun menjadi Rp 300 triliun. Pinjaman tersebut dapat diakses tanpa agunan hingga Rp 100 juta, dengan bunga hanya tiga sampai enam persen per tahun.
“Kebijakan ini sangat membantu pengusaha kecil, terutama sektor ekonomi kreatif seperti industri tas, batik, dan kerajinan tangan. Harapannya, UMKM Sidoarjo bisa naik kelas bahkan menjadi konglomerat daerah,” tegasnya.
BHS juga mendukung agar UMKM di Kabupaten Sidoarjo bisa mendapatkan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Dengan mendapatkan SNI, para pelaku UMKM bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional sehingga bisa naik kelas.
Pihaknya menambahkan, pembinaan dan pendampingan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui program Bina UMK menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk mendapatkan sertifikasi SNI secara reguler.
“Kalau sudah SNI bisa ke mana-mana (penjualan, red). Harus didorong, karena wilayah Sidoarjo ini wilayah industri terbesar di Jawa Timur (Jatim). Pentingnya pembinaan dan pendampingan dari BSN untuk mendapatkan sertifikasi Bina UMKM,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Ruli Rochmawati mengatakan, jika Pemkab Sidoarjo juga berkomitmen agar pelaku UMKM naik kelas.
Salah satu langkah itu dilakukan dengan melakukan pelatihan agar UMKM bisa memanfaatkan penjualan melalui pasar online. Termasuk mendukung permodalan dengan bunga rendah dua persen di Bank BPR Delta Artha, Sidoarjo. (dik/rud)
Editor : Vega Dwi Arista