Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Tiga Hari Operasi Zebra Semeru di Sidoarjo, 800 Kendaraan Ditilang, Wilayah Waru dan Taman Terbanyak

Diky Putra Sansiri • Jumat, 21 November 2025 | 15:34 WIB
MELANGGAR: Anggota Satlantas Polresta Sidoarjo menindak pengendara. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
MELANGGAR: Anggota Satlantas Polresta Sidoarjo menindak pengendara. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Tiga hari pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 di wilayah Sidoarjo menghasilkan ribuan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas.

Satlantas Polresta Sidoarjo mencatat sebanyak 5.800 pengendara ditindak, baik melalui sanksi tilang maupun teguran.

“Selama tiga hari, sebanyak 800 kendaraan kami tindak dengan sanksi tilang,” ujar Kanit Turjawali Satlantas Polresta Sidoarjo AKP Ali Rifqi Mubarok, Kamis (20/11).

Dari total pelanggar yang ditilang, 700 pengendara terjaring melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile, sementara 100 lainnya ditilang secara manual di lapangan.

Meski demikian, tidak semua pelanggar langsung dikenai penindakan. Polisi juga memberikan 5.000 teguran presisi kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan.

AKP Ali menjelaskan, pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pengendara roda dua (R2). Jenis pelanggaran yang dominan antara lain melawan arus, tidak memakai helm, tidak memasang spion, serta kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, termasuk penggunaan knalpot brong dan TNKB palsu atau tidak standar.

“Pelanggarannya bervariasi, didominasi dengan melawan arus, tidak memakai helm, tidak memasang spion, dan kendaraan tidak sesuai spektek, seperti penggunaan knalpot brong atau Tanda Nomor Kendaraan (TNKB) palsu atau tidak sesuai standar,” tegasnya.

Tidak hanya R2, pelanggaran oleh pengendara roda empat (R4) juga masih tinggi, terutama terkait pengemudi yang tidak memakai sabuk pengaman.

“Untuk pelanggaran yang kasat mata, langsung kami tindak,” tegasnya.

Ia menambahkan, mayoritas pelanggar berasal dari kalangan pelajar dan pekerja, dua kelompok yang dinilai paling rentan terlibat kecelakaan lalu lintas. Operasi Zebra Semeru 2025 sendiri mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan edukatif, namun penindakan tetap diberikan bagi pelanggaran yang berpotensi membahayakan.

“Penindakan kami fokuskan pada pelanggaran kasat mata dan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan,” jelasnya.

Sejumlah titik rawan pelanggaran lalu lintas yang menjadi fokus operasi berada di kawasan Jalan Raya Waru, Taman, dan Sidoarjo Kota. Melalui operasi ini, AKP Ali mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas.

"Tetap patuhi rambu-rambu serta peraturan lalu lintas, utamakan keselamatan," pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Lalu Lintas #Pelanggaran #zebra #Operasi #Polisi