Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kecelakaan Melonjak 1.400 Persen dalam Setahun di Jalur Tengkorak Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Kamis, 20 November 2025 | 00:26 WIB

NAHAS: Kondisi korban kecelakaan di jalur tengkorak Balongbendo.
NAHAS: Kondisi korban kecelakaan di jalur tengkorak Balongbendo.
 

RADAR SIDOARJO - Lonjakan kecelakaan di jalur tengkorak Sidoarjo kian mengkhawatirkan. Dalam kurun satu tahun, angka kecelakaan di sejumlah titik blackspot naik hingga 1.400 persen, menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu titik paling rawan di Jawa Timur (Jatim).

Kanit Kamsel Satlantas Polresta Sidoarjo, Iptu Kharisma Afriansyah menegaskan, kelalaian pengendara masih menjadi faktor dominan pemicu kecelakaan.

“Mayoritas kecelakaan terjadi karena pengendara mengabaikan rambu-rambu dan tidak mematuhi aturan. Kami mengimbau pengguna jalan untuk lebih waspada dan disiplin, terutama saat melintas di jalur tengkorak,” ujar Kharisma, Rabu (19/11).

Upaya tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan disiplin pengguna jalan. Karena, seperti ditegaskan Iptu Kharisma, keselamatan pengendara tetap yang utama.

Peningkatan drastis itu juga dibenarkan oleh Kepala Kantor Jasa Raharja Wilayah Jawa Timur, Tamrin Silalahi. Ia menyebut, sepanjang 2024 hingga September 2025, tren kecelakaan di jalur rawan tersebut melonjak tajam, baik korban meninggal maupun luka-luka.

“Jika tahun lalu hanya dua orang yang meninggal, maka pada 2025 ini sudah delapan orang. Korban luka juga naik signifikan, dari embilan menjadi 135 orang. Ada kenaikan sekitar 1.400 persen,” jelas Tamrin.

Menurut Tamrin, beban biaya santunan kecelakaan juga meningkat. Pada 2024, Jasa Raharja mengeluarkan sedikitnya Rp 600 miliar untuk penanganan kecelakaan di Jawa Timur.

“Rata-rata ada 15 orang meninggal dunia per hari, dan 70 persen di antaranya adalah tulang punggung keluarga,” tandasnya.

Untuk menekan risiko kecelakaan, Jasa Raharja bersama Satlantas Polresta Sidoarjo melakukan berbagai langkah pencegahan. Termasuk sosialisasi ke aparatur kecamatan dan desa di sekitar titik blindspot, pemasangan spanduk keselamatan, serta kampanye intensifikasi keselamatan transportasi di jalur rawan seperti Raya Balongbendo, Sidoarjo. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Laka #tengkorak #Kecelakaan #Jalur #Melonjak