RADAR SIDOARJO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo menargetkan percepatan layanan evakuasi darurat usai pemasangan GPS tracker di 62 ambulans. Teknologi tersebut langsung terhubung ke command center PSC 119.
Perangkat GPS tersebut merupakan dukungan CSR dari PT Vastel Telematika Integrasi. Sehingga, setiap ambulans saat ini bisa dipantau secara real time.
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Sidoarjo, dr. Danang Abdul Ghani mengatakan, GPS memungkinkan PSC 119 menugaskan ambulans terdekat secara cepat.
“Ini untuk mempercepat command center dalam menentukan armada terdekat dari korban,” ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Selasa (18/11).
Dia menjelaskan, pemasangan GPS mencakup ambulans milik 31 puskesmas, 24 rumah sakit serta ambulans relawan. Semua unit tersebut terintegrasi dalam sistem pemantauan terpadu.
Danang menegaskan, pihaknya menargetkan respon time maksimal 15 menit dari fasilitas kesehatan menuju lokasi kejadian. “Fast respon ini sangat penting untuk menekan risiko mortalitas dan morbiditas,” ujarnya.
Pihaknya kini juga mulai menghimpun data permintaan ambulans yang masuk ke PSC 119. Data itu akan digunakan untuk evaluasi dan penguatan layanan gawat darurat.
Selain di Sidoarjo, program tersebut juga diterapkan pada ambulans di Surabaya dan Gresik. Dinkes menilai kerja sama CSR seperti itu sangat mendukung peningkatan kualitas layanan medis di Sidoarjo.
"Alhamdulillah, 62 GPS ini sangat membantu kinerja kami dalam pelayanan medis," pungkasnya. (sai)
Editor : Vega Dwi Arista