RADAR SIDOARJO - DPRD Sidoarjo memberi perhatian serius terhadap persoalan banjir. Kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya curah hujan di wilayah kota delta.
Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih mengatakan, penanganan banjir membutuhkan langkah yang berkesinambungan. Dia meminta program dari dinas terkait, terutama PUBMSDA berjalan selaras.
“Kami harap dari dinas terkait setiap program penanggulangan bencana atau banjir bisa saling bersinergi, sehingga masalah banjir ini bisa diatasi,” ucapnya, Senin (17/11).
Nasih juga meminta Bappeda Sidoarjo menyusun masterplan penanganan banjir yang terhubung dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) setiap kecamatan. Penyelarasan dokumen tersebut dilakukan untuk menghindari kebijakan yang saling tumpang tindih.
“Master plan penanganan banjir ini tidak boleh terpisah dengan RDTR, keduanya harus dipadukan supaya dokumen pembangunan tata ruang ke depan tidak saling tumpang tindih yang dapat mengakibatkan genangan air semakin parah,” ujarnya.
Kendati demikian, ia mengakui jika 18 kecamatan di Sidoarjo belum memiliki RDTR semuanya. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar mengacu pada RPJMD.
Dengan adanya RDTR, pemetaan kawasan bisa dilakukan lebih jelas. Termasuk menentukan zona permukiman, industri maupun pertanian.
“Setiap kawasan ini akan memiliki tantangan dan solusi dalam mengatasi potensi bencana banjir, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” jelasnya.
“Misalnya membuat area resapan, maupun embung sebagai tempat penampungan air, tujuannya air tersebut tidak sampai membanjiri rumah warga,” imbuhnya.
Nasih juga mendorong Pemkab melanjutkan program normalisasi sungai dan avour yang sudah berjalan selama ini. Sekaligus menyiagakan pompa air di titik rawan.
“Kami berharap pompa air untuk disiagakan selama 24 jam, terutama di titik rawan banjir," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista