RADAR SIDOARJO - Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) memastikan pembangunan gedung baru Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran segera dimulai. Hal sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kekuatan bangunan pesantren di Indonesia.
Direktur Jenderal Cipta Karya KemenPU, Dewi Chomistriana mengatakan, ada tiga direktorat jenderal yang terlibat dalam penanganan ini. Yakni Ditjen Cipta Karya, Ditjen Prasarana Strategis, dan Ditjen Bina Konstruksi.
“Dalam hal ini kami di Ditjen Cipta Karya ditugaskan untuk melakukan audit terhadap keandalan bangunan pondok pesantren, Al Khoziny termasuk salah satu yang akan segera ditangani dan dibangun ulang dalam waktu dekat," ucapnya saat ditemui Radar Sidoarjo, Kamis (13/11).
Tahun ini, pemerintah akan melakukan audit kekuatan bangunan terhadap 80 pondok pesantren di sembilan provinsi. Program itu akan berlanjut hingga 2026 dan diperluas ke provinsi lain.
“Dari hasil audit, kita bisa mengetahui dan memberikan rekomendasi perbaikan dari sisi struktur, kelistrikan, penangkal petir, air minum, dan sanitasi,” jelasnya.
Untuk pembangunan Ponpes Al Khoziny, kini sedang disiapkan Detail Engineering Design (DED). Total luasannya mencapai 4.100 meter persegi sesuai lahan yang disiapkan oleh yayasan.
“Sekarang kami menyelesaikan administrasi tanahnya, harapannya akhir tahun ini bisa mulai dikerjakan,” terangnya.
Lokasi gedung baru akan berbeda dengan bangunan lama. Menurutnya, lokasi sebelumnya sulit dijangkau oleh alat berat dan aksesnya terbatas saat keadaan darurat.
“Lokasi baru dekat jalan raya dan mudah diakses, jadi pemindahan ini langkah terbaik,” katanya.
Dia memastikan pembangunan dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan. Hal itu menjadi prioritas agar aktivitas santri di gedung baru bisa berjalan lebih aman dan tertata.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kemenag RI, Basnang Said menuturkan, perhatian pemerintah tak hanya pada bangunan fisik. Ke depan juga akan dilakukan penguatan sumber daya manusia pesantren.
“Setelah sarana-prasarana jadi, kami akan memanfaatkan dana abadi pesantren untuk beasiswa santri berprestasi,” ujarnya.
Basnang mencontohkan, santri berprestasi nantinya akan diarahkan ke fakultas kedokteran atau teknik sipil. Dia memastikan kegiatan belajar di Al Khoziny sudah berjalan normal.
“Sejak 15 hari pascakejadian, santri sudah kembali belajar setelah trauma healing,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Suprayitno menilai, peristiwa yang terjadi di Al-Khoziny memperkuat kolaborasi lintas pihak. Dia juga mendorong Pemkab lebih aktif mengidentifikasi kondisi pesantren.
“Kami bersama kementerian terkait sedang menyusun SKB tiga menteri agar izin bangunan pesantren bisa dipermudah, bahkan mungkin nol rupiah,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista