RADAR SIDOARJO - Seorang santri berusia 17 tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kapasan, Kelurahan Sidokare, Sidoarjo, akhirnya ditemukan, Sabtu (8/11) siang.
Korban, Ahmad Daffa Anil Haq ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, berjarak 500 meter dari lokasi tenggelam.
Jasad siswa kelas XI di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ikhlas, Sepande, dievakuasi ke rumah sakit terdekat, kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo untuk disemayamkan.
Saat dikonfirmasi Sabtu (8/11), Kapolsek Sidoarjo Kota Kompol Hery Setyo Susanto membenarkan bahwa korban yang dilaporkan tenggelam pada Jumat (7/11) di Sungai Kapasan, Kelurahan Sidokare, telah ditemukan.
"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 12.45," ujar Kompol Hery ke Radar Sidoarjo.
Menurutnya, jenazah korban ditemukan mengapung tak jauh dari lokasi awal tenggelam, tepatnya berjarak 500 meter. Saat ini, jenazah korban sudah dibawa oleh anggota keluarganya untuk dikebumikan.
Sementara itu, Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano mengatakan, pencarian oleh tim SAR gabungan dilakukan menggunakan tiga perahu karet. Tim melakukan penyisiran hingga radius 300 meter dari lokasi awal tenggelam.
Selain itu, tim SAR gabungan yang dikomando oleh Basarnas juga melakukan pencarian dengan teknik penyelaman untuk mencari keberadaan korban.
Setelah proses pencarian dilakukan selama kurang lebih 24 jam, akhirnya korban berhasil ditemukan. Meski pada saat itu, arus deras melanda aliran sungai, tim SAR gabungan berkerja dengan fokus dan maksimal.
"Alhamdulillah korban akhirnya ditemukan. Terimakasih kepada seluruh tim kemanusiaan yang terlibat. Kami imbau masyarakat agar selalu berhati-hati di sekitar sungai, terutama saat debit air sedang tinggi," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista