RADAR SIDOARJO - Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih mendorong sinergi antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) dalam penanganan sampah di sungai.
Dia ingin, dua dinas tersebut bisa bekerja bersama agar persoalan kebersihan sungai segera teratasi.
Menurutnya, kolaborasi lintas dinas menjadi kunci dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kalau yang di sungai dianggap urusan PU, sedangkan yang di darat DLHK, maka sampai kapan pun tidak akan selesai, harusnya duduk bersama dan kerja bareng,” ucapnya, Kamis (6/11).
Menurutnya, upaya menjaga kebersihan sungai tidak cukup hanya dengan pengerukan dan pengangkutan sampah. Perlu kerja sama dan sinergi yang berkelanjutan agar sungai tidak menjadi tempat pembuangan limbah rumah tangga.
Nasih juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Dia mencontohkan, masih ada warga yang membuang sampah seperti kasur dan perabot rumah tangga ke sungai.
“Ini bukan hanya soal teknis, tapi juga soal kesadaran bersama,” ujarnya.
Selain memperkuat kerja sama antarinstansi, DPRD juga mendukung langkah tegas Pemkab Sidoarjo dalam penegakan aturan.
Operasi yustisi dan sanksi administratif diharapkan dapat menumbuhkan efek jera bagi pelanggar.
Dia menambahkan, pengelolaan sampah di kawasan perumahan, pasar dan industri juga perlu dilakukan secara mandiri.
“Jangan semua diserahkan ke pemerintah, pengelola kawasan harus punya tanggung jawab agar sampah tidak menumpuk di TPA,” jelasnya.
Data UPT TPA Griyo Mulyo Jabon mencatat, setiap bulan rata-rata menampung 1.700 hingga 1.800 ton sampah. Karena itu, angka tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat masyarakat.
Untuk menekan volume sampah, Nasih mendorong setiap desa segera memiliki peraturan desa (perdes) tentang pengelolaan sampah.
“Kalau diatur dari bawah, kesadaran itu akan terbentuk lebih kuat, DLHK perlu mendorong hal ini,” tegasnya.
Menjelang musim penghujan, Nasih mengingatkan agar pembersihan sungai dilakukan lebih intensif. Dia meminta DLHK dan DPUBMSDA membentuk tim gabungan untuk menangani titik-titik rawan dan melakukan pengawasan rutin.
“Kalau semua pihak bisa berkolaborasi dengan konsisten, persoalan sampah bisa ditangani lebih cepat, Sidoarjo harus menuju konsep zero waste yang nyata, bukan hanya slogan," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista