Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, Kapolresta Sidoarjo Tegaskan Sinergi dan Respons Cepat

Diky Putra Sansiri • Rabu, 5 November 2025 | 17:52 WIB

 

ANTISIPASI: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing melakukan pengecekan sarpras. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
ANTISIPASI: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing melakukan pengecekan sarpras. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Menjelang puncak musim hujan, Polresta Sidoarjo bersama Kodim 0816, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di halaman Mako Polresta Sidoarjo, Rabu (5/11) pagi.

Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing dan didampingi Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo ini diikuti ratusan peserta. Mereka terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, BPBD, Dishub, SAR, Damkar, serta berbagai stakeholder penanganan bencana.

Kapolresta Sidoarjo menyampaikan, apel ini merupakan langkah konkret untuk memastikan kesiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Apel ini kami gelar untuk melakukan pengecekan dan pengontrolan terhadap kesiapan sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana yang dimiliki,” ujar Kombes Pol Christian Tobing.

Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi. Menurutnya, kesiapsiagaan yang solid hanya dapat terwujud jika seluruh instansi berkoordinasi secara cepat dan efektif.

“Kami menekankan pentingnya koordinasi cepat dan komunikasi efektif. Bila terjadi bencana, respon harus dilakukan secepat mungkin sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk dalam penanganan di lapangan,” tegasnya.

Berdasarkan data BMKG, sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada November 2025 hingga Januari 2026. Kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana, terlebih dengan adanya fenomena La Nina yang diprediksi berlangsung hingga Februari 2026.

Christian menambahkan, kesiapan tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi juga diperkuat hingga ke tingkat kecamatan dan desa melalui relawan siaga bencana.

"Kami sudah memetakan daerah-daerah rawan. Pengalaman dari tahun sebelumnya menjadi pelajaran berharga," tuturnya.

Setelah apel, Kapolresta bersama Dandim 0816 dan perwakilan pemda melakukan pengecekan terhadap 530 personel gabungan beserta sarana dan prasarana. Pemeriksaan meliputi kendaraan taktis, peralatan evakuasi, hingga alat komunikasi darurat untuk memastikan semua dalam kondisi siap digunakan.

“Kita harus selalu siap dan sigap. Dengan kolaborasi dan persamaan langkah, saya yakin kita bisa memberikan quick response terbaik saat bencana terjadi,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Kapolresta #Apel #penghujan #Hidrometeorologi #Polresta