RADAR SIDOARJO - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Polisi (Purn) Agus Andrianto, jajaran Kemenimipas menggelar Panen Raya Jagung di Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (31/10) siang.
Langkah nyata memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia (RI).
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agus Andrianto hadir langsung didampingi jajaran pimpinan tinggi Kemenimipas serta unsur Forkopimda Jawa Timur, termasuk Kapolda Jatim, Dandim 0816, Kajari Sidoarjo, dan Sekda Sidoarjo yang mewakili Bupati.
Menurut Agus, ketahanan pangan sejatinya berawal dari tingkat paling dasar, yaitu rumah tangga.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari diri kita sendiri, dari keluarga. Semakin kecil pengeluaran rumah tangga karena mampu memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri, semakin besar kesejahteraan yang kita raih,” ujar Agus.
Ia menegaskan, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi dari semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial antarinstansi pemerintah.
“Program ketahanan pangan bukan sekadar soal hasil panen, tetapi tentang semangat gotong royong dan kolaborasi lintas lembaga. Saya mengapresiasi jajaran imigrasi dan pemasyarakatan yang berperan aktif dalam mendukung program nasional ini. Inilah wujud nyata kolaborasi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kemenimipas bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Polres Sidoarjo, serta kelompok tani setempat.
Panen kali ini juga menjadi momentum memperkuat hubungan antara aparat pemerintah dan warga desa dalam menjaga keberlanjutan pangan daerah.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Menteri Agus menyerahkan berbagai bantuan pertanian kepada masyarakat Desa Bulang dan kelompok tani setempat, di antaranya 500 paket sembako, alat pertanian modern, serta benih jagung hibrida.
Bantuan ini merupakan hasil sinergi antara Kemenimipas, PT Mega Surya Mas, dan PT Corin.
"Model kolaborasi seperti ini harus diperluas. Sektor pertanian tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan lintas lembaga,” kata Agus.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen aparatur imigrasi dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin membuktikan bahwa aparatur imigrasi tidak hanya bekerja di bidang pelayanan keimigrasian, tapi juga punya tanggung jawab sosial dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” tandasnya. (dik)
Editor : Vega Dwi Arista