RADAR SIDOARJO - Puluhan pemotor di wilayah Sidoarjo ramai-ramai membawa kendaraannya ke bengkel dalam dua hari terakhir. Mereka mengeluhkan gejala yang sama, motor brebet, kehilangan tenaga, hingga sulit distarter.
Fenomena ini ramai diperbincangkan di media sosial (medsos) karena diduga terkait dengan kualitas Pertalite yang tercampur air. Dari pantauan Radar Sidoarjo, sejumlah bengkel di Kecamatan Waru dan Taman dipadati pelanggan dengan keluhan serupa.
Mekanik bengkel di Desa Sambibulu, Taman, Andre mengaku menerima beberapa motor dengan kondisi tak wajar sejak awal pekan.
“Rata-rata motor yang datang ke sini mengeluh brebet dan susah hidup. Setelah dicek, businya hitam dan kotor. Setelah diservis kemarin, balik lagi dengan keluhan yang sama,” ujar Andre, Selasa (28/10).
Ia mengaku awalnya tidak mengetahui adanya dugaan Pertalite tercampur air. Pasalnya, saat servis pertama, pihaknya hanya dibersihkan biasa. Tidak sampai menguras tangki. "Ternyata sekarang rusak lagi,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Ipan, pemilik bengkel di Waru. Menurutnya, beberapa hari terakhir banyak motor datang dengan keluhan identik.
“Keluhannya sama, brebet dan hampir mati. Setelah dicek, semua baru isi Pertalite,” ungkapnya.
Tak hanya dari kalangan mekanik, warga juga mengaku mengalami hal serupa. Bima, warga Semampir, Sedati, mengatakan, motornya mendadak mogok setelah mengisi Pertalite di salah satu SPBU kawasan Waru.
“Tiba-tiba brebet, hampir mati. Sempat saya bawa ke bengkel, lalu dikuras dan ganti Pertamax. Setelah itu langsung lancar,” tutur pria 24 tahun itu.
Sementara itu, Suhartono, 55, warga Sidoarjo, mengaku motornya yang baru dua minggu keluar dari dealer juga mengalami masalah setelah mengisi Pertalite.
“Motor saya baru dua minggu keluar dari dealer. Setelah isi Pertalite malah brebet dan nggak bisa jalan. Di bengkel katanya masalah di pembakaran,” ujarnya.
Banyaknya aduan warga terkait dugaan Pertalite tercampur air membuat Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Sidoarjo turun tangan. Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo, mereka melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU di wilayah Sidoarjo.
Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Sidoarjo, Iptu Deckha Rian Embat mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik pengoplosan atau pelanggaran standar kualitas BBM.
“Pemeriksaan kami lakukan bersama Disperindag untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan pengoplosan BBM. Kami turun langsung ke lapangan untuk melakukan uji kandungan air dan pengecekan takaran volume BBM,” terangnya.
Ia menegaskan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kualitas BBM masih sesuai dengan standar.
“Termasuk dari hasil rekan-rekan di bagian meteorologi, sementara ini hasilnya masih sesuai ketentuan. Namun, kami tetap akan melakukan uji sampel secara berkala untuk memastikan kualitas BBM yang dijual ke masyarakat,” tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista