RADAR SIDOARJO - Warga di Dusun Bogem, Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, dibuat gempar pada Sabtu (25/10). Seorang pria berinisial AS, 41, yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ), mengamuk di rumahnya sambil memegang celurit.
Aksi itu membuat warga sekitar panik dan memaksa petugas gabungan turun tangan. Evakuasi tidak berlangsung mudah, karena pria tersebut mengurung diri di kamar. Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari tiga jam, di mana AS terus mengayunkan celurit setiap kali petugas berusaha mendekat.
Humas Damkar BPBD Sidoarjo, Yoli Wisnu, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan adanya ODGJ yang membahayakan karena membawa senjata tajam (sajam) di kawasan Balongbendo.
“Benar, kemarin petugas gabungan mendapat laporan evakuasi ODGJ membawa sajam di rumahnya. Kami segera berkoordinasi dengan TNI, Polri, Dinsos, dan Satpol PP,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (26/10).
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, TRC BPBD Sidoarjo, Regu I Rescue Damkar Pos Krian, Dinas Sosial (Dinsos), dan Satpol PP langsung bergerak ke lokasi.
“Proses evakuasi memakan waktu sekitar tiga setengah jam. Kami harus ekstra hati-hati karena yang bersangkutan terus melakukan perlawanan dengan mengayunkan sajam,” terang Yoli.
Sementara itu, Plt Kepala UPT PP-REHSOS (Liponsos Dinsos Sidoarjo), Kristian Yudi Arianto, menjelaskan bahwa pihaknya sempat mencoba pendekatan persuasif. Namun, upaya tersebut menemui jalan buntu karena AS tetap bertahan di kamarnya.
Petugas gabungan berusaha menenangkannya agar mau keluar baik-baik. Namun, setiap kali tim mendekat, AS langsung mengayunkan celurit. Akibatnya, dua petugas terluka.
"Salah satu petugas bahkan terkena sabetan di punggung dan saya sendiri juga sempat terkena goresan," ungkap Yudi.
Meski begitu, tim gabungan akhirnya berhasil melumpuhkan AS. Setelah diamankan, pria tersebut langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Anwar Medika, Balongbendo, untuk mendapat perawatan awal, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya.
“Kami bersyukur proses evakuasi bisa diselesaikan. Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa laporan tentang ODGJ bersajam jangan dianggap sepele,” tegasnya.
Warga Dusun Bogem mengaku lega setelah situasi kembali kondusif. Mereka mengapresiasi gerak cepat petugas. “Terima kasih untuk semua pihak. Kami benar-benar takut waktu itu, tapi sekarang sudah aman,” ujar salah satu warga. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista