Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kapolresta Sidoarjo Jenguk Santri Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny

Diky Putra Sansiri • Rabu, 8 Oktober 2025 | 22:47 WIB
MASIH PERAWATAN: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing menjenguk santri di RSUD RT Notopuro, Rabu (8/10).
MASIH PERAWATAN: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing menjenguk santri di RSUD RT Notopuro, Rabu (8/10).

RADAR SIDOARJO - Duka masih menyelimuti Sidoarjo pasca tragedi ambruknya musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran. Setelah sembilan hari penuh perjuangan, seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan.

Kini, perhatian beralih kepada para santri yang selamat dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, menjenguk para santri yang masih dirawat di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rabu (8/10). Di antara mereka, terdapat Syehlendra Haical serta beberapa santri lainnya yang kondisinya kini mulai membaik.

“Saya datang untuk memberikan semangat dan doa bagi para santri yang masih dirawat. Alhamdulillah, kondisi mereka berangsur membaik. Semoga lekas pulih dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga,” tutur Kombes Christian.

Didampingi Kasi Dokkes Polresta Sidoarjo AKP Rukwandi, Christian juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim medis RSUD RT Notopuro atas penanganan cepat dan profesional terhadap para korban.

“Kami berterima kasih kepada seluruh tim medis yang telah memberikan perawatan terbaik bagi para santri. Upaya dan kerja keras mereka sangat berarti bagi keluarga korban dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD RT Notopuro Sidoarjo, dr Atok Irawan, yang turut mendampingi kunjungan tersebut menjelaskan perkembangan kondisi para pasien. Menurutnya, sebagian korban sudah menunjukkan kemajuan signifikan.

“Dari empat santri yang masih kami rawat, dua di antaranya, yaitu Nur Ahmad dan Wahyudi, diperkirakan bisa segera pulang dan melanjutkan rawat jalan. Kondisi Haical stabil, begitu juga dengan Saiful Rosi yang masih menjalani perawatan luka, namun kondisinya terus membaik,” paparnya.

Sebelumnya, operasi pencarian korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny resmi ditutup pada Selasa (7/10) pagi. Penutupan dilakukan setelah Basarnas memastikan seluruh korban berhasil ditemukan.

Tragedi tersebut menelan 67 korban meninggal dunia, sementara 104 santri berhasil selamat dari reruntuhan. Seluruh jenazah telah dievakuasi dan beberapa sudah diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Santri #Ponpes #Kapolresta #Buduran #Pasien