RADAR SIDOARJO - Proses pencarian korban para santri tertimbun reruntuhan musala ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih terus berlangsung hingga Kamis (2/10).
Namun, proses pencarian korban secara manual selama empat hari terakhir, kini dialihkan dengan metode menggunakan alat berat. Puing-puing reruntuhan perlahan diangkat satu persatu untuk bisa mengevakuasi korban.
Hingga Kamis (2/10), 59 santri masih dalam pencarian. Sedangkan 108 santri sudah berhasil dievakuasi. Tercatat lima santri meninggal dunia.
Berikut daftar nama korban meninggal dunia :
-Maulana Alfan Ibrahimavic, warga Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya.
-Mochammad Mashudulhaq, warga Kalikendal, Dukuh Pakis, Surabaya.
-Muhammad Soleh, warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung.
-Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas, warga Putat Jaya, Surabaya.
-Moch Agus Ubaidillah, warga Gresik Gadukan, Morokrembangan, Surabaya.
Mashudulhaq sempat mendapat perawatan di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, namun kondisinya terlalu parah hingga tak tertolong. Sedangkan Muhammad Soleh meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif akibat luka serius.
Korban terbaru pada Rabu (1/10), yang sudah teridentifikasi adalah Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas, 17, warga Surabaya, dan Moch Agus Ubaidillah, 14, juga asal Surabaya. Penemuan keduanya menambah daftar korban meninggal dunia hingga menjadi lima orang.
Berdasarkan data sementara, total korban mencapai 108 orang. Dari jumlah itu, 30 santri masih menjalani perawatan inap, 73 orang telah diperbolehkan pulang, lima orang meninggal dunia, dan 59 orang lainnya masih dalam pencarian.
Sejumlah rumah sakit rujukan masih menjadi pusat penanganan korban, di antaranya RSUD RT Notopuro, Rumah Sakit Siti Hajar, Rumah Sakit Delta Surya, Rumah Sakit Sheila Medika, dan Rumah Sakit Unair Surabaya. Tim medis turut memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga santri yang menunggu kabar anggota keluarganya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista