Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Basarnas Deteksi 15 Lokasi di Titik Korban Reruntuhan Musala Ponpes Al-Khoziny Buduran Sidoarjo 

Diky Putra Sansiri • Rabu, 1 Oktober 2025 | 21:34 WIB
BUTUH WAKTU: Basarnas dan tim gabungan mendeteksi 15 titik lokasi korban reruntuhan di Musala Ponpes Al-Khoziny. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
BUTUH WAKTU: Basarnas dan tim gabungan mendeteksi 15 titik lokasi korban reruntuhan di Musala Ponpes Al-Khoziny. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Proses evakuasi korban ambruknya Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, masih terus berlangsung. Petugas Basarnas bersama tim SAR gabungan bekerja ekstra hati-hati lantaran kondisi bangunan sangat rapuh.

Hingga Rabu (1/10), tercatat sebanyak 120 santri berhasil dievakuasi. Namun, 66 santri lainnya masih dalam pencarian diduga masih di bawah reruntuhan.

Kasubdit RPDO Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer, menjelaskan ada 15 titik lokasi terdeteksi keberadaan korban. Dari jumlah itu, delapan titik berstatus zona hitam dan tujuh titik lainnya berstatus zona merah.

“Dari 15 lokasi itu, delapan berstatus hitam dan tujuh merah. Tantangannya, untuk mengangkat beban beton dan membuat celah sangat berisiko karena bisa berdampak pada struktur bangunan lain yang sudah gagal,” terangnya saat konferensi pers di Posko Al-Khoziny.

Freezer menambahkan, area pencarian dibagi menjadi tiga zona: A1, A2, dan A3. Di zona A1, tim masih mendeteksi adanya respons dari korban. Untuk itu, penyelamatan dilakukan dengan membuat akses berupa gorong-gorong dari bawah. Cara tersebut dipilih agar lebih aman bagi korban yang kemungkinan masih selamat.

Meski seluruh perlengkapan evakuasi sudah disiapkan, Basarnas tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian.

“Waktu emas penyelamatan adalah 72 jam pertama atau golden period 3x24 jam. Setelah itu, akan dilakukan asesmen ulang. Bila korban yang sebelumnya responsif berubah tidak responsif, metode penyelamatan akan dikonsolidasikan ulang bersama pihak keluarga, termasuk kemungkinan penggunaan alat berat,” jelasnya.

Ia menegaskan, setiap langkah evakuasi harus diputuskan dengan pertimbangan matang demi keselamatan korban maupun petugas. “Tidak ada yang lebih berharga dari satu nyawa manusia. Karena itu, kami berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan mereka yang masih ada di bawah reruntuhan,” pungkas Freezer. (dik/sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Basarnas #Korban #Ponpes #Musala #lokasi #Buduran