RADAR SIDOARJO - Suasana haru dan panik masih menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, usai musala tiga lantai di dalam kompleks pesantren itu ambruk saat salat Ashar berjamaah, Senin (29/9) sore.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, turun langsung ke lokasi untuk memantau jalannya proses evakuasi.
“Proses evakuasi masih terus berlangsung. Sejauh ini kami masih mendata dan berkoordinasi dengan relawan serta pihak rumah sakit. Satu korban meninggal dunia, namun belum bisa dipastikan apakah meninggal di lokasi atau di rumah sakit,” ujar Kombes Pol Abast.
Polda Jatim sendiri telah menurunkan satu pleton Sabhara, satu pleton Brimob, serta didukung tiga SSK dari Polresta Sidoarjo untuk mempercepat proses penyelamatan.
Puluhan ambulans sejak sore hingga malam hilir-mudik membawa korban ke tiga rumah sakit, yakni RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rumah Sakit Siti Hajar, dan Rumah Sakit Delta Surya.
Data sementara mencatat total 82 santri menjadi korban. Sebanyak 34 santri dirawat di RSUD RT Notopuro, 43 orang di Rumah Sakit Siti Hajar, sementara lima lainnya di Rumah Sakit Delta Surya. Satu orang dinyatakan meninggal dunia dan satu santri luka berat.
Pengasuh Ponpes Al Khoziny, Abdus Salam Mujib, menyampaikan bahwa musala yang ambruk itu sebenarnya masih dalam tahap pembangunan menuju tiga lantai penuh.
“Sejak pagi hingga siang hari ada aktivitas pengecoran di lantai atas. Namun sore harinya musala mendadak runtuh. Kami sangat berduka dan berharap semua korban segera ditemukan,” ungkapnya.
Hingga malam, tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih berjibaku di lokasi menggunakan alat berat untuk menyisir reruntuhan. Meski begitu, evakuasi dilakukan hati-hati karena sisa bangunan rawan runtuh.
Beberapa alat berat didatangkan Pemkab Sidoarjo untuk mempercepat proses evakuasi. Namun, tim tetap berhati-hati karena kondisi bangunan rawan runtuh. Evakuasi dijadwalkan berlangsung tanpa henti hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Sementara itu, suasana di sekitar lokasi masih dipenuhi tangis keluarga santri dan warga yang menanti kabar dari tim penyelamat. Penyebab pasti ambruknya musala yang baru berusia 10 bulan itu kini dalam penyelidikan Tim Inafis Polda Jatim. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista