RADAR SIDOARJO - Volume sampah dari event sepakbola di Stadion Gelora Delta Sidoarjo awal September lalu relatif sedikit. Saat gelaran Kualifikasi Piala Asia U-23, jumlahnya hanya sekitar satu ton. Ini disampaikan Kepala TPA Griyo Mulyo, Hajid Arif Hidayat.
Ia mengatakan, kondisi tersebut di luar perkiraan. "Sampah dari event sepak bola di Sidoarjo awal September lalu flat, artinya tidak begitu banyak, hanya sekitar satu ton," ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Kamis (18/9).
Menurutnya, hal tersebut bisa menjadi contoh baik dalam penyelenggaraan event olahraga. Terlebih dengan berkumpulnya masa yang sangat besar.
"Itu merupakan contoh yang baik bagi penyelenggaraan event olahraga, dengan pembatasan barang yang masuk ke area stadion," jelasnya.
Data TPA juga menunjukkan bahwa truk pengangkut sampah dari kawasan GOR Sidoarjo hanya tercatat masuk delapan kali saat event. Jumlah itu terhitung kecil bila dibandingkan aktivitas angkutan pada hari-hari biasa.
Jenis sampah yang masuk pun relatif mudah ditangani. "Rata-rata hanya sampah anorganik, seperti botol dan itu masih bisa dikelola TPA," terangnya.
Hajid menilai, pembatasan barang bawaan penonton menjadi salah satu faktor utama yang menekan timbulan sampah. Aturan itu mencegah masuknya material sekali pakai dalam jumlah besar.
Dia juga berharap, pola tersebut bisa diterapkan dalam event lain yang melibatkan massa banyak. Menurutnya, kolaborasi antara panitia, penonton, dan pengelola stadion penting untuk menjaga kebersihan lingkungan.
"Kalau pola pembatasan ini terus dilakukan, timbulan sampah dari kegiatan besar bisa tetap terkendali, sehingga beban penumpukan di TPA Griyo Mulyo juga tidak bertambah," pungkasnya. (sai/gun)
Editor : Guntur Irianto